MANADO — Atmosfer akademik di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menjadi sorotan setelah sejumlah guru besar angkat bicara mengenai dinamika internal kampus. Mereka menekankan bahwa setiap perbedaan pendapat harus dikelola secara bijak tanpa mengganggu iklim pendidikan yang sedang berjalan.
Mengapa Stabilitas Kampus Unsrat Menjadi Prioritas?
Para profesor menilai integritas akademik harus dikedepankan dengan basis data dan fakta yang valid. Hal ini bertujuan untuk menghindari provokasi yang dapat merusak citra institusi pendidikan terbesar di Sulawesi Utara tersebut di mata publik.
“Kami mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersikap bijak, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga stabilitas kampus demi keberlanjutan pembangunan Unsrat ke depan,” tulis para dosen dalam pernyataan sikap resmi mereka.
Pernyataan tersebut juga menyoroti pentingnya verifikasi atas setiap tuduhan yang beredar. Komunikasi yang baik antarunsur di universitas dianggap sebagai kunci utama dalam meredam spekulasi yang tidak berbasis fakta.
Dukungan Terhadap Kepemimpinan Rektor Berty Sompie
Pernyataan sikap ini melibatkan sederet nama besar di lingkungan Unsrat, di antaranya:
- Prof Joy Tulung
- Prof Wallah
- Prof Mananoma
- Prof Pandara
- Prof Rampe
Para guru besar ini secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie. Dalam pandangan mereka, rektor telah menunjukkan kinerja profesional melalui kebijakan strategis yang mendorong tata kelola universitas yang lebih transparan.
Kinerja rektor saat ini dianggap terukur, terutama dalam upaya peningkatan mutu akademik. Selain itu, kepemimpinan Sompie dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun di level nasional.
Bagaimana Mekanisme Kritik yang Sesuai Aturan?
Menanggapi adanya berbagai opini yang berkembang, para dosen mengingatkan adanya koridor hukum dan aturan internal yang berlaku di universitas. Kritik tidak dilarang dalam dunia akademik, namun penyampaiannya harus melalui jalur yang tepat.
“Kami mengingatkan bahwa setiap kritik dan dugaan pelanggaran seharusnya disampaikan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas perwakilan dosen tersebut.
Para profesor mendorong agar seluruh tenaga pendidik tetap fokus pada tugas pokok fungsi (tupoksi). Aktivitas riset, pengabdian masyarakat, dan penguatan jejaring kerja sama internasional diharapkan tetap menjadi prioritas utama untuk memperkuat posisi institusi.