MANADO — Di tengah dinamika dunia yang berubah cepat, peran Guru Besar menjadi strategis untuk menghasilkan solusi riset inovatif dan aplikasi nyata. Gubernur memaparkan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan isu kesehatan memerlukan respons dari para akademisi yang memimpin pengembangan ilmu pengetahuan relevan dengan zaman.
Guru Besar Diminta Lahirkan Generasi Berkarakter Unggul
Selain menghasilkan riset, Gubernur menekankan peran Guru Besar dalam membentuk generasi unggul melalui pendidikan yang tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa. "Membentuk generasi unggul, menjadi pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa," ujar Gubernur dalam sambutannya.
Integritas dan Etika Sebagai Teladan Nyata
Gubernur menggarisbawahi bahwa di samping kecerdasan intelektual, kebijaksanaan dan integritas menjadi fondasi utama. Dalam konteks kompleksitas tantangan moral saat ini, akademisi harus menjunjung tinggi kejujuran dan etika sebagai contoh nyata bagaimana menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkontribusi bagi sesama.
Pemkot Buka Kolaborasi dengan Dunia Akademik
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyadari bahwa pembangunan daerah yang efektif harus didasarkan pada dukungan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Gubernur berkomitmen membuka ruang kerja sama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan akademisi. "Ini memperkuat sinergi dengan dunia akademik agar ilmu pengetahuan berkembang lebih pesat," ujarnya.
Kolaborasi tersebut juga mencakup penggalian potensi lokal dengan mendorong Guru Besar mengeksplorasi keunggulan daerah dan inovasi berbasis kearifan lokal. Gubernur optimis bahwa dengan kolaborasi kuat antara pemikiran inovatif akademisi dan kebijakan pemerintah, percepatan pembangunan di berbagai sektor dapat terwujud.
Guru Besar Baru dari Lima Fakultas Unsrat
Sepuluh Guru Besar dikukuhkan dari berbagai disiplin ilmu. Dari Fakultas Teknik: Prof Ir Steaenie Edward Wallah MSc PhD IPU (Teknologi Material Beton), Prof Dr Ir Tinny Mananoma MT IPM ASEAN Eng (Rekayasa Sungai). Dari Fakultas MIPA: Prof Dr Dolfie Paulus Pandara SPd MSi (Potensi Air), Prof Dr Dra Henny Like Rampe MSi (Resistensi Tumbuhan).
Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Prof Dr Joy Elly Tulung SE MSc PhD (Manajemen Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, Lembaga Keuangan), Prof Dr Ir Leonardus Ricky Rengkung ME (Strategi Bisnis dan Inovasi Digital). Dari Fakultas Pertanian: Prof Ir Dedie Tooy MSi PhD (Teknik Pertanian), Prof Dr Ir Dantje Tarore MS (Entomologi Pertanian), Prof Dr Ir Betsy Agustina Naomi Pinaria MS (Mikrobiologi). Dari Fakultas Hukum: Prof Dr Cornelis Djelfie Massie SH MH.