BOLMONG — Mahasiswa tidak hanya diajak berkeliling area operasional. Mereka juga mendiskusikan secara terbuka bagaimana standar keselamatan diterapkan di area tambang, proses reklamasi lahan pascatambang, hingga cara perusahaan menjaga hubungan dengan warga di sekitar wilayah operasi. Manajemen PT JRBM melalui Manager External Relations, Dwi Hendrawan Senobroto, membuka sesi tanya jawab yang melampaui presentasi formal.
“Saya jadi tahu bagaimana proses pertambangan dijalankan dengan sangat memperhatikan safety. Banyak hal yang sebelumnya tidak kami lihat secara langsung,” ujar Fadly Korompot, salah satu mahasiswa peserta kunjungan.
Reklamasi dan Satwa Liar Jadi Sorotan Mahasiswa
Para peserta diajak melihat langsung titik-titik reklamasi yang mulai menghijau kembali. Bagi mahasiswa Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, bagian ini menjadi perhatian utama karena mereka bisa membandingkan teori pemulihan lahan dengan kondisi nyata di lapangan. Keberadaan satwa liar yang masih hidup di sekitar kawasan site turut memicu diskusi panjang tentang keseimbangan antara aktivitas industri dan ekosistem.
Wakil Rektor UDK, Hendratno Pasambuna, menilai pengalaman semacam ini penting untuk membangun cara pandang yang lebih utuh terhadap dunia kerja. Menurutnya, kampus tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan teori tanpa pemahaman tentang tantangan dan tanggung jawab industri secara nyata.
JRBM Buka Ruang Dialog untuk Dunia Pendidikan
General Manager External Relations and Security JRBM, Andreas Saragih, mengatakan bahwa perusahaannya terbuka terhadap kegiatan akademik karena pertambangan membutuhkan ruang dialog dengan dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa pemahaman tentang good mining practices perlu dikenalkan sejak dini kepada generasi muda yang kelak akan terlibat dalam berbagai sektor pembangunan.
“Pertambangan hari ini bukan hanya bicara soal produksi. Ada aspek keselamatan, lingkungan, reklamasi, dan pemberdayaan masyarakat yang harus berjalan bersama,” ujar Andreas.
Hendratno juga mengapresiasi keterbukaan PT JRBM yang tidak hanya menerima kunjungan, tetapi juga disebut turut mendukung pembangunan kampus UDK yang tengah berjalan. Ia berharap kerja sama ini bisa terus berkembang, termasuk membuka peluang praktik kerja lapangan bagi mahasiswa di masa mendatang.
Kunjungan yang berlangsung beberapa jam itu meninggalkan kesan mendalam. Bagi mahasiswa, memahami sebuah industri tidak cukup dari asumsi atau jarak jauh. Ia perlu dilihat, dipelajari, dan dipahami secara utuh di lapangan.