KOTAMOBAGU — Angka itu lebih tinggi dari rata-rata provinsi yang mencapai 94,23 persen. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengungkapkan capaian tersebut dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD dan TPID Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Selasa (19/5/2026).
Meski indeks keseluruhan sudah masuk kategori Digital, Joko mendorong Pemkab Boltim untuk menyempurnakan aspek implementasi. Ia menyebut kunci nilai sempurna ada pada penyediaan kanal pembayaran nontunai berupa Uang Elektronik Reader.
Kanal Nontunai untuk Retribusi Parkir hingga Tempat Wisata
Joko menjelaskan, kanal tersebut bisa dihadirkan melalui sinergi dengan Bank RKUD maupun Bank Himbara. Nantinya, alat ini dapat digunakan untuk memungut retribusi parkir, retribusi pasar, retribusi pelabuhan atau terminal, dan retribusi tempat wisata.
“Kanal tersebut dapat disediakan dengan melakukan sinergi bersama Bank RKUD maupun Bank Himbara,” ujar Joko dalam forum tersebut.
Realisasi Melonjak, Lingkungan Strategis Sempurna
Dari sisi realisasi, Boltim mencatatkan perbaikan drastis. Nilai pada aspek ini melesat dari 25 persen di semester I-2025 menjadi 65 persen di semester II-2025. Sementara itu, aspek Lingkungan Strategis berhasil dipertahankan pada angka sempurna 100 persen.
Peningkatan ini menjadi modal bagi Pemkab Boltim untuk terus mendorong digitalisasi transaksi pemerintahan. Langkah selanjutnya adalah memastikan infrastruktur pembayaran nontunali siap di titik-titik pungutan retribusi daerah.