TUTUYAN — Nelayan di perairan Bolmong Timur kini punya semacam celengan ikan. Bukan dalam bentuk uang, melainkan kawasan laut yang sama sekali tak boleh dijamah untuk menangkap ikan. Kawasan itu disebut Kawasan Larang Ambil (KLA), sebuah zona kecil yang disepakati sebagai tempat ikan bertelur dan bereproduksi secara alami.
“KLA ini difungsikan sebagai tabungan ikan,” kata Ketua PAAP Jiko – Laga, Tamsir Mamonto, saat ditemui di Pantai Jiko, Kecamatan Motongkad, Rabu (20/5/2026).
Dua Kelompok, Empat Divisi
Program PAAP di Bolmong Timur mencakup wilayah laut dari 0 hingga 2 mil dari garis pantai. Ada dua kelompok utama yang mengelola: Kelompok PAAP Jiko – Laga dan Kelompok PAAP Komeke – Nanas. Masing-masing punya empat divisi fungsional: pengawasan, usaha, penjangkauan, dan pemantauan.
Fokus saat ini, kata Adrianus Malintoi dari Rare Indonesia, adalah penguatan divisi pengawasan. Sejak awal 2026, patroli rutin dilakukan minimal sebulan sekali untuk memastikan kawasan tetap terjaga.
Filosofi ‘Tabungan Ikan’ yang Bekerja
Konsepnya sederhana: ikan dibiarkan tumbuh dewasa di KLA, lalu secara alami bermigrasi ke luar kawasan lindung. Di sanalah nelayan boleh menangkap. Dengan begitu, stok ikan di laut tak cepat habis.
“Tujuannya agar ikan dapat tumbuh dewasa di area tersebut, lalu bermigrasi keluar ke kawasan PAAP lainnya di mana nelayan diizinkan melakukan penangkapan,” papar Adrianus.
Patroli dan Edukasi Langsung di Laut
Tim patroli dari PAAP Jiko – Laga tak hanya berkeliling. Saat bertemu nelayan di laut, mereka memberi tahu batas-batas wilayah yang dilarang untuk pengambilan ikan. Pelanggar akan ditindak tegas, karena bisa merugikan keberlangsungan hidup nelayan secara luas.
Pada Rabu (20/5/2026), patroli pengawasan melibatkan Rare Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, TNI AL, Polri, Pangkalan PSDKP Bitung, Dinas Perikanan Bolmong Timur, dan SIEJ Daerah Sulut.
Harapan dari Desa Molobog
Sangadi Desa Molobog, Sandra Dewi Tololiu, mengatakan laut bukan area yang bisa dieksploitasi sesuka hati. Ada kawasan khusus yang harus dilindungi demi ekosistem. Perlindungan ini krusial, terutama bagi desanya dan Desa Jiko yang sebagian besar warganya nelayan.
“Dengan menjaga kelestarian laut, diharapkan pendapatan nelayan dapat stabil dan meningkat di masa depan,” ujarnya.