LIKUPANG — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama PT Indonesia Tourism Land (ITL) merampungkan proses pelepasan hak atas tanah untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di Likupang, Sulawesi Utara. Proyek ini menjadi fondasi utama untuk memperkuat pasokan listrik di kawasan ekonomi khusus pariwisata tersebut.
Pelepasan hak atas tanah merupakan tahapan krusial sebelum konstruksi fisik dimulai. Langkah ini memastikan tidak ada sengketa lahan yang menghambat pembangunan jaringan dan gardu induk listrik di wilayah yang digadang-gadang menjadi pintu gerbang wisata internasional di Sulawesi Utara.
Mengapa Likupang Jadi Prioritas Kelistrikan?
Likupang ditetapkan sebagai salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional. Konsekuensinya, kebutuhan daya listrik di kawasan ini melonjak drastis untuk mendukung operasional hotel, restoran, dan fasilitas publik kelas dunia.
PLN UIP Sulawesi menargetkan infrastruktur yang dibangun mampu menyuplai kebutuhan listrik tidak hanya untuk kawasan pariwisata, tetapi juga permukiman warga sekitar. Proyek ini mencakup pembangunan saluran udara tegangan menengah (SUTM) dan gardu distribusi baru.
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Proses Lahan
Proses pelepasan hak atas tanah melibatkan kolaborasi antara PLN UIP Sulawesi selaku pemilik proyek dan PT ITL sebagai pemilik lahan di kawasan tersebut. PT ITL merupakan pengembang kawasan pariwisata terpadu di Likupang.
Kedua belah pihak telah menuntaskan seluruh dokumen legal dan administrasi pertanahan. Hal ini menjadi syarat mutlak agar proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan bisa segera memasuki tahap konstruksi fisik tanpa hambatan hukum.
Dampak bagi Warga dan Pelaku Usaha Lokal
Keandalan pasokan listrik di Likupang selama ini menjadi keluhan utama pelaku usaha perhotelan dan UMKM. Seringnya pemadaman bergilir dan tegangan rendah membuat operasional bisnis terganggu, terutama saat musim liburan.
Dengan rampungnya urusan pertanahan ini, warga dan pelaku usaha di Likupang berharap proyek kelistrikan bisa segera terealisasi. Listrik yang stabil dinilai mampu mendongkrak omzet usaha kecil hingga menengah yang selama ini bergantung pada genset berbahan bakar solar.
PLN UIP Sulawesi menyatakan akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak proyek sebelum konstruksi dimulai. Jadwal pasti pembangunan fisik akan diumumkan setelah seluruh dokumen perizinan rampung.