SULAWESI UTARA — Titiek Soeharto menyusuri area bekas tambang yang kini mulai ditanami kembali dengan berbagai jenis vegetasi. Ia melihat langsung proses penataan lahan, termasuk penanaman pohon dan pembangunan infrastruktur pendukung reklamasi. Menurutnya, langkah PT MSM menunjukkan komitmen serius dalam memulihkan fungsi lingkungan.
“Ini contoh bagus bagaimana perusahaan tambang bisa bertanggung jawab terhadap lingkungan pascaeksploitasi. Saya lihat progresnya nyata,” ujar Titiek dalam keterangan yang diterima redaksi.
Mengapa Reklamasi di Likupang Jadi Perhatian?
Likupang merupakan salah satu kawasan yang tengah dikembangkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional. Keberadaan lahan bekas tambang yang tidak direklamasi dengan baik berpotensi merusak citra kawasan dan mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, proses pemulihan lahan di wilayah ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.
PT MSM sendiri telah menjalankan program reklamasi sejak beberapa tahun terakhir. Area yang semula gersang dan terbuka kini mulai ditumbuhi rumput dan tanaman keras. Saluran drainase juga dibangun untuk mencegah erosi dan sedimentasi ke laut.
Apa Kata Perusahaan Tambang?
Pihak manajemen PT MSM menyampaikan bahwa reklamasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Setiap tahun, perusahaan mengalokasikan dana khusus untuk pemulihan lahan pascatambang.
“Kami berkomitmen menjalankan reklamasi tidak hanya sebagai kewajiban regulasi, tapi juga tanggung jawab moral kepada masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar perwakilan PT MSM.
Dampak bagi Warga Sekitar
Warga di sekitar lokasi tambang mengaku merasakan perubahan. Udara yang dulu berdebu kini mulai terasa lebih segar. Beberapa warga bahkan mulai memanfaatkan lahan reklamasi untuk kegiatan ekonomi, seperti beternak lebah madu dan menanam tanaman produktif.
“Dulu kalau angin kencang, debu beterbangan. Sekarang sudah mulai hijau, udara juga lebih enak,” kata seorang warga setempat.
Kunjungan Titiek Soeharto diharapkan bisa menjadi dorongan bagi perusahaan tambang lain di Sulawesi Utara untuk lebih serius menjalankan reklamasi. Pemerintah daerah pun diminta memperketat pengawasan agar lahan kritis pascatambang bisa segera pulih.