BITUNG — Pemerintah Kota Bitung kembali menggencarkan program literasi di kalangan pelajar. Kali ini, Lomba Bertutur Tingkat SD/MI resmi dimulai di Kantor TP-PKK Kota Bitung, Kamis (4/6/2026). Ajang yang berlangsung hingga 5 Juni 2026 ini diikuti siswa-siswi dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di wilayah kota.
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Bitung, Merlin Wulur, menyebut kegiatan ini bagian dari program rutin tahunan. “Lomba bertutur menjadi salah satu media efektif untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami dan menyampaikan informasi,” ujarnya.
Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Wadah Pembentukan Karakter
Dalam sambutannya, Fonny Wuri Tumundo menekankan bahwa lomba ini lebih dari sekadar ajang adu kemampuan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk membentuk karakter dan keberanian anak-anak dalam berkomunikasi.
“Melalui kegiatan ini anak-anak diajak mencintai buku, memahami pesan moral yang terkandung dalam cerita, serta mampu menyampaikan kembali cerita dengan baik dan penuh percaya diri,” kata Fonny.
Ia menambahkan, penguatan literasi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter. “Kota Bitung yang maju harus didukung oleh generasi yang memiliki budaya literasi yang kuat, kreatif, toleran, dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Penilaian Tak Hanya Hafal Cerita, Tapi Juga Ekspresi dan Pesan Moral
Para juri akan menilai peserta dari beberapa aspek. Mulai dari penguasaan cerita, teknik penyampaian, ekspresi, hingga pemahaman terhadap pesan moral yang terkandung dalam cerita yang dibawakan.
Fonny juga mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama. “Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah pengalaman, keberanian tampil, dan semangat untuk terus belajar,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, unsur TP-PKK Kota Bitung, serta para guru pendamping dari masing-masing sekolah. Lomba Bertutur Tingkat SD/MI ini diharapkan mampu melahirkan generasi literat yang bisa menjadi inspirasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.