SULAWESI UTARA — Kebakaran terjadi di jalur contraflow yang mengarah dari Bandung menuju Cirebon, tepat di kawasan Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. Tim pemadam kebakaran gabungan dari Sumedang dan Majalengka dikerahkan ke lokasi dan butuh waktu sekitar tiga jam untuk menjinakkan api.
Empat mobil damkar asal Sumedang dan satu unit dari Majalengka dikerahkan. Seluruh badan truk hangus terbakar, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Upaya Sopir dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Komandan Pos Disdamkarmat Sumedang, Yanyan Herdiana, mengungkapkan bahwa sopir truk sempat mengambil langkah darurat sebelum api membesar. "Sang sopir berupaya memadamkan titik api awal dengan menggunakan APAR yang tersedia di dalam kabin kemudi," katanya.
Namun, upaya tersebut gagal. "Karena material muatan merupakan bahan yang sangat mudah terbakar, kobaran api dengan sangat cepat langsung membesar ke seluruh bodi kendaraan hingga sulit dikendalikan secara mandiri oleh sopir," ujar Yanyan.
Hasil olah tempat kejadian perkara sementara mengarah pada masalah teknis. Dugaan awal, api dipicu oleh gesekan mekanis akibat gangguan pada sistem pengereman bagian belakang truk.
Dampak Lalu Lintas dan Penanganan di Lokasi
Kebakaran ini memicu kepanikan pengguna jalan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian mengalami kemacetan panjang selama proses pemadaman berlangsung. Petugas dari kepolisian dan pengelola tol diterjunkan untuk mengatur rekayasa lalu lintas di titik kejadian.
Setelah api berhasil dipadamkan, proses evakuasi badan truk dan pembersihan sisa material BBM di aspal segera dilakukan. Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Tol Cisumdawu mulai pulih secara bertahap. Belum ada pernyataan resmi dari PT Pertamina terkait kerugian material akibat insiden ini.