MANADO — Arus otomatisasi yang mengubah lanskap industri global kini menjadi tekanan nyata bagi pasar tenaga kerja di Sulawesi Utara. Alih-alih membiarkan fenomena ini memicu pengangguran, Pemprov Sulut di bawah Gubernur Yulius Selvanus memilih mengonversinya menjadi momentum akselerasi.
Tiga Jurus Pemprov Sulut Menghadapi Era Digital
Dalam forum Diskusi Dialektika "Ngopi Bareng JIPS" di Kantin PKK, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026), Plt Kepala Disnakertrans Sulut Noldy Z. Salindeho memaparkan tiga strategi yang diakselerasi. Pertama, peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling agar tenaga kerja adaptif terhadap kebutuhan industri modern.
Kedua, mendorong adopsi teknologi cerdas dalam proses produksi dan layanan. Ketiga, memperkuat sektor kewirausahaan dengan menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya wirausahawan baru berbasis digital.
Birokrasi Dipangkas, Pelatihan Langsung ke Pencari Kerja
Menindaklanjuti arahan gubernur, Disnakertrans Sulut mengambil peran lebih proaktif. Birokrasi yang selama ini kaku mulai dipangkas untuk mempercepat distribusi program pelatihan kerja, terutama bagi generasi muda yang baru lulus.
"Gubernur Yulius Selvanus berkomitmen mengubah lanskap tantangan ini. Kita tidak bisa menghindari digitalisasi, maka jalan satu-satunya adalah mempersiapkan masyarakat kita agar memegang kendali atas teknologi tersebut," ujar Salindeho.
Sistem Informasi Ketenagakerjaan Terpadu Jadi Kunci Sinkronisasi
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mempermudah akses pemanfaatan sistem informasi ketenagakerjaan terpadu. Platform ini dirancang untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara riil di lapangan.
Dengan data yang presisi, integrasi antara penyedia tenaga kerja—sekolah dan universitas—dengan pengguna tenaga kerja—dunia industri—diharapkan berjalan lebih sinkron. Hal ini dinilai krusial untuk menghindari kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar.
Target: Lulusan Siap Kerja, Siap Ciptakan Lapangan Kerja
Melalui transformasi digital dan penguatan kompetensi ini, Sulawesi Utara optimistis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar mewujudkan Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan global.