Pencarian

Strategi Gubernur Sulut Yulius Selvanus Hadapi Otomatisasi: Tiga Langkah Cetak SDM Unggul di Tengah Disrupsi Industri

Jumat, 17 Juli 2026 • 13:37:31 WIB
Strategi Gubernur Sulut Yulius Selvanus Hadapi Otomatisasi: Tiga Langkah Cetak SDM Unggul di Tengah Disrupsi Industri
Plt Kepala Disnakertrans Sulut Noldy Z. Salindeho memaparkan tiga strategi menghadapi otomatisasi dalam forum Diskusi Dialektika di Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026).

MANADO — Arus otomatisasi yang mengubah lanskap industri global kini menjadi tekanan nyata bagi pasar tenaga kerja di Sulawesi Utara. Alih-alih membiarkan fenomena ini memicu pengangguran, Pemprov Sulut di bawah Gubernur Yulius Selvanus memilih mengonversinya menjadi momentum akselerasi.

Tiga Jurus Pemprov Sulut Menghadapi Era Digital

Dalam forum Diskusi Dialektika "Ngopi Bareng JIPS" di Kantin PKK, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026), Plt Kepala Disnakertrans Sulut Noldy Z. Salindeho memaparkan tiga strategi yang diakselerasi. Pertama, peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling agar tenaga kerja adaptif terhadap kebutuhan industri modern.

Kedua, mendorong adopsi teknologi cerdas dalam proses produksi dan layanan. Ketiga, memperkuat sektor kewirausahaan dengan menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya wirausahawan baru berbasis digital.

Birokrasi Dipangkas, Pelatihan Langsung ke Pencari Kerja

Menindaklanjuti arahan gubernur, Disnakertrans Sulut mengambil peran lebih proaktif. Birokrasi yang selama ini kaku mulai dipangkas untuk mempercepat distribusi program pelatihan kerja, terutama bagi generasi muda yang baru lulus.

"Gubernur Yulius Selvanus berkomitmen mengubah lanskap tantangan ini. Kita tidak bisa menghindari digitalisasi, maka jalan satu-satunya adalah mempersiapkan masyarakat kita agar memegang kendali atas teknologi tersebut," ujar Salindeho.

Sistem Informasi Ketenagakerjaan Terpadu Jadi Kunci Sinkronisasi

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mempermudah akses pemanfaatan sistem informasi ketenagakerjaan terpadu. Platform ini dirancang untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara riil di lapangan.

Dengan data yang presisi, integrasi antara penyedia tenaga kerja—sekolah dan universitas—dengan pengguna tenaga kerja—dunia industri—diharapkan berjalan lebih sinkron. Hal ini dinilai krusial untuk menghindari kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar.

Target: Lulusan Siap Kerja, Siap Ciptakan Lapangan Kerja

Melalui transformasi digital dan penguatan kompetensi ini, Sulawesi Utara optimistis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar mewujudkan Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan global.

Bagikan
Sumber: jurnalmanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks