MANADO — Seorang pemuda asal Sulawesi Utara, Johanes Adhyaksa Pesik Langie, mencatatkan namanya sebagai peserta terbaik dalam seleksi penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) 2026. Ia berhasil mengalahkan ribuan calon taruna dari berbagai daerah.
Proses seleksi yang diikuti Johanes tergolong sangat ketat. Tercatat sebanyak 5.432 peserta mendaftar dan bersaing di jalur yang sama untuk memperebutkan kursi di Akpol. Dari jumlah tersebut, Johanes keluar sebagai yang terbaik pertama.
Bagaimana Johanes Bisa Unggul di Antara Ribuan Peserta?
Meski bahan berita tidak merinci secara detail proses seleksi, predikat terbaik pertama yang diraih Johanes menunjukkan bahwa ia unggul dalam berbagai tahapan. Mulai dari tes akademik, psikologi, hingga pemeriksaan fisik dan kesehatan.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah asalnya di Sulawesi Utara. Nama Johanes Adhyaksa Pesik Langie disebut-sebut dalam pengumuman resmi sebagai lulusan terbaik pada jalur pendaftaran yang diikutinya.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Johanes?
Dengan raihan ini, Johanes dipastikan akan mengikuti pendidikan taruna di Akpol. Proses pendidikan biasanya berlangsung selama beberapa tahun sebelum ia resmi dilantik sebagai perwira polisi.
Pencapaian Johanes juga menjadi motivasi bagi generasi muda di Sulawesi Utara yang bercita-cita mengikuti jejaknya di kepolisian. Seleksi Akpol dikenal sangat kompetitif dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahunnya.