MANADO — Nilai transaksi misi dagang Sulawesi Utara dengan Jawa Timur tahun ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2022 yang hanya Rp158 miliar. Capaian Rp1,74 triliun itu disebut Wakil Gubernur Victor J Mailangkay sebagai modal awal yang harus diterjemahkan ke dalam program-program nyata di lapangan.
Keberhasilan Bukan Sekadar Angka Transaksi
Victor Mailangkay mengingatkan agar seluruh pihak tidak terpaku pada nominal semata. Menurutnya, indikator utama keberhasilan forum ini adalah seberapa besar dampaknya terhadap penguatan UMKM, perluasan pasar produk lokal, dan penciptaan lapangan kerja baru di Sulut.
"Keberhasilan misi dagang ini tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi yang tercapai tetapi juga dari seberapa besar dampaknya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Wagub Victor di Manado, Minggu.
Pemprov Buka Keran Investasi: Perizinan Dipermudah, Infrastruktur Digenjot
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. Langkah pertama adalah penyederhanaan pelayanan perizinan agar investor tidak lagi berhadapan dengan birokrasi berbelit.
Selain itu, Pemprov juga berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan konektivitas antarwilayah. "Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para investor dan pelaku usaha untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di Sulawesi Utara," ujarnya.
Kolaborasi Lima Pilar Jadi Kunci Ekonomi Sulut
Victor Mailangkay meyakini pembangunan ekonomi yang kuat tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Ia mendorong kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Forum misi dagang ini, lanjutnya, harus terus dikembangkan sebagai sarana mempertemukan potensi daerah-daerah di Indonesia. "Bangun komunikasi yang baik, jalin kemitraan yang saling menguntungkan, lakukan negosiasi bisnis yang produktif," ajak Wagub kepada para pelaku usaha yang hadir.
Target ke Depan: Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Dengan nilai transaksi yang melonjak lebih dari sepuluh kali lipat dibanding edisi sebelumnya, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut semakin menguat. Pemerintah daerah berharap forum serupa bisa digelar secara berkala untuk menjaga momentum dan memperluas jaringan dagang produk-produk unggulan Sulawesi Utara ke berbagai provinsi lain.