MANADO — Ibadah pagi di Ruangan Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara berlangsung dengan pembacaan Alkitab dari 1 Petrus 4:7–11. Renungan dipimpin Gembala Tedius Kuemba Batasina, S.Th., dan dihadiri langsung Ketua DPRD Fransiskus Andi Silangen bersama Wakil Ketua Royke Anter.
Sejumlah anggota dewan turut hadir, yakni Royke Roring, Remly Kandoli, Paula Runtuwene, dan Priylia Rondo. Ibadah ini merupakan agenda rutin setiap hari Senin yang diikuti aparatur sipil negara, staf, pimpinan, serta anggota DPRD Provinsi Sulut.
Makna Sebutan Kristen dalam Kisah Para Rasul
Dalam renungannya, Fransiskus mengajak seluruh peserta ibadah memanjatkan puji syukur atas kekuatan, kesehatan, dan urapan baru yang diberikan Tuhan. Menurutnya, perikop yang dibacakan mengingatkan umat Kristen akan makna dan identitas mereka sebagai pengikut Kristus.
Ia kemudian menyinggung sejarah penyebutan kata Kristen yang pertama kali tercatat dalam Kisah Para Rasul 11:26, ketika para pengikut Kristus disebut Kristen di Antiokhia.
"Sungguh luar biasa, apalagi pikiran kita diperbarui. Perikop ini sangat menarik karena berkaitan dengan kehidupan orang Kristen. Ini mengingatkan kita semua bahwa sebutan Kristen pada awalnya merupakan sebuah julukan bagi para pengikut Kristus," tuturnya.
Fransiskus menegaskan bahwa sebutan Kristen memiliki makna mendalam, yakni sebagai pengikut Kristus.
"Kristen sebagai pengikut Kristus," tegasnya.
Kekristenan sebagai Relasi yang Dipulihkan
Lebih lanjut, Fransiskus menyampaikan bahwa kekristenan tidak semata-mata berbicara tentang agama, melainkan tentang relasi atau hubungan dengan Tuhan. Hubungan tersebut, menurutnya, telah rusak akibat dosa, tetapi melalui karya Tuhan dapat dipulihkan kembali.
"Ketika dunia harus memiliki istilah agama, kekristenan bukan sekadar agama. Kekristenan adalah relasi. Relasi itu rusak oleh karena dosa. Puji Tuhan dan haleluya, dalam proses Natal ini kita akan memperingati bagaimana Dia menyelesaikan hubungan yang terputus itu sehingga dapat tersambung kembali," pungkasnya.
Ibadah pagi tersebut juga diikuti Sekretaris DPRD Provinsi Sulut Niklas Silangen bersama jajaran. Agenda rutin ini menjadi bagian dari kegiatan internal DPRD Sulut dalam memulai pekan kerja.