SULAWESI UTARA — MSCI menetapkan peninjauan indeks berikutnya pada November 2026, mencakup tujuh indeks global termasuk MSCI Emerging Markets. Peninjauan ini menjadi momen penentu apakah Indonesia bertahan di kategori Emerging Market atau turun ke Frontier Market. Posisi Indonesia saat ini masih di Emerging Market berdasarkan hasil Tinjauan Tahunan Negara 2026.
Lembaga penyedia indeks saham global itu memperbarui simulasi indeks setelah konsultasi MSCI Climate Paris Aligned PAB Indexes. Pembaruan simulasi mencerminkan rencana final penerapan penyempurnaan metodologi yang sebelumnya diumumkan usai proses konsultasi publik.
Simulasi tersebut menggambarkan peralihan dari metodologi indeks yang berlaku saat ini ke metodologi baru berdasarkan peninjauan indeks terakhir masing-masing indeks. Data terbaru ini menggantikan simulasi sebelumnya yang memakai data hingga akhir Maret 2026 dan hanya ditujukan sebagai ilustrasi.
Tujuh Indeks yang Masuk Peninjauan November 2026
Peninjauan November 2026 berlaku pada tujuh indeks yang disediakan MSCI. Ketujuhnya mencakup MSCI ACWI, MSCI World, MSCI USA, MSCI EMU, MSCI Europe, MSCI Japan, dan MSCI Emerging Markets Climate Paris Aligned PAB.
Dalam pengumumannya, MSCI menegaskan penyempurnaan metodologi akan diterapkan dalam peninjauan indeks November 2026. "Sebagai pengingat, penyempurnaan metodologi tersebut akan diterapkan dalam peninjauan indeks November 2026," tulis MSCI dalam pengumuman yang dikutip Rabu (14/10/2026).
Status Indonesia Bertahan di Emerging Market
Pada pengumuman hasil peninjauan indeks Agustus 2026, MSCI mempertahankan status pasar modal Indonesia pada kategori Emerging Market. Ketetapan itu diputuskan berdasarkan hasil Tinjauan Tahunan Negara 2026.
MSCI menyatakan tidak ada perubahan daftar negara dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index. Indonesia sendiri saat ini berada dalam kategori Emerging Market.
"MSCI telah melakukan Tinjauan Tahunan Negara 2026 untuk Indeks MSCI Frontier Emerging Markets. Tidak akan ada perubahan pada daftar Emerging Markets yang saat ini tercakup dalam Indeks MSCI Frontier Emerging Markets sebagai hasil dari tinjauan ini," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026).
Daftar Negara Emerging Market Versi MSCI
Negara-negara yang masuk kategori Emerging Market dalam indeks MSCI mencakup 24 negara. Indonesia berada dalam daftar bersama sejumlah pasar besar Asia dan Amerika Latin.
- Brasil, Cile, Kolombia, Meksiko, Peru
- China, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand
- Republik Ceko, Mesir, Yunani, Hungaria, Polandia, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Uni Emirat Arab
Arti Peninjauan November bagi Investor Indonesia
Status Emerging Market menentukan bobot saham Indonesia dalam portofolio dana asing yang melacak indeks MSCI. Selama Indonesia bertahan di kategori ini, aliran dana dari investor institusi global yang mengacu ke MSCI Emerging Markets Index tetap terbuka.
Sebaliknya, jika status turun ke Frontier Market, bobot Indonesia dalam indeks acuan dana besar akan mengecil. Konsekuensinya, potensi net sell dari dana asing yang mengikuti indeks bisa meningkat, dengan tekanan lanjutan ke kapitalisasi pasar BEI dan nilai tukar rupiah.
MSCI menjadwalkan pengumuman hasil peninjauan November 2026 sebagai kelanjutan dari siklus tinjauan indeks yang rutin dilakukan. Investor perlu mencermati detail metodologi baru karena penyempurnaan yang diterapkan bisa mengubah komposisi konstituen tiap indeks, termasuk saham-saham Indonesia di dalamnya.