SULAWESI UTARA — Kelangkaan BBM di Bali mendorong peningkatan permintaan motor listrik, dengan salah satu merek harus menerapkan masa inden sekitar satu pekan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyebut kenaikan minat itu baru bersifat lokal dan situasional, belum terukur secara konsolidasi.
Ketua Umum AISMOLI Budi Setyadi mengonfirmasi laporan sejumlah anggota asosiasi soal lonjakan minat kendaraan listrik di wilayah terdampak keterbatasan pasokan BBM. Menurut Budi, stok yang tersedia harus didatangkan dari luar wilayah terdampak untuk memenuhi permintaan konsumen.
Inden Sepekan Terjadi karena Stok Harus Didatangkan dari Luar Bali
Masa tunggu sekitar satu minggu diberlakukan salah satu merek motor listrik yang tergabung dalam AISMOLI. Penyebabnya bukan kapasitas produksi, melainkan posisi stok unit yang berada di luar wilayah terdampak kelangkaan BBM.
Budi menyampaikan keterangan tersebut kepada Warta Ekonomi pada Senin (19/10/2026). Ia menegaskan peningkatan permintaan yang dilaporkan anggotanya masih bersifat lokal, belum mencerminkan tren nasional.
Angka Kenaikan Penjualan Belum Terukur
AISMOLI belum bisa memastikan besaran kenaikan penjualan motor listrik di Bali. Asosiasi juga belum memiliki data konsolidasi untuk mengukur dampak kelangkaan BBM terhadap penjualan di seluruh wilayah pulau tersebut.
Artinya, fenomena inden ini masih berupa sinyal awal. Pembaca yang ingin menyimpulkan adanya pergeseran besar ke kendaraan listrik perlu menunggu data penjualan resmi beberapa bulan ke depan.
Empat Faktor yang Menentukan Peluang Pasar Motor Listrik
Budi menilai peluang pasar motor listrik tetap terbuka asalkan didukung sejumlah syarat. Empat faktor yang ia sebut:
- Harga kendaraan yang terjangkau
- Kemudahan pembiayaan
- Ketersediaan layanan purnajual
- Infrastruktur pengisian daya yang memadai
Dari daftar itu, infrastruktur pengisian daya menjadi variabel paling krusial di Bali. Tanpa jaringan pengisian yang merata, insentif beralih ke motor listrik akan cepat mengendur begitu pasokan BBM kembali normal.
Ujian Sesungguhnya Setelah BBM Normal Lagi
Kelangkaan BBM memaksa sebagian warga Bali mencari alternatif mobilitas harian. Motor listrik masuk hitungan karena biaya operasionalnya lebih rendah dan tidak bergantung pada antrean SPBU.
Namun keberlanjutan permintaan itu belum teruji. AISMOLI sendiri menyebut perlu ada pembuktian setelah kondisi pasokan BBM kembali normal, apakah konsumen tetap bertahan di kendaraan listrik atau kembali ke motor berbahan bakar bensin.
Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan motor listrik di Bali, masa inden sepekan menjadi catatan praktis: ketersediaan unit di dealer setempat belum tentu instan, terutama saat permintaan melonjak mendadak seperti sekarang.