Ketua TP-PKK Sulawesi Utara Anik Yulius Selvanus mendorong pelaku UMKM perempuan beralih ke platform digital guna memperluas pasar dan memperkuat ekonomi keluarga. Langkah ini ditegaskan dalam sosialisasi di Kantor Gubernur Sulawesi Utara untuk meningkatkan daya saing produk lokal di kancah nasional.
MANADO — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, menegaskan peran strategis perempuan sebagai pilar utama penggerak ekonomi keluarga melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan UMKM yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (30/4).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Utara ini menyoroti pergeseran peran perempuan di era modern. Anik menyatakan bahwa perempuan kini tidak lagi hanya bergerak di ranah domestik, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi keluarga yang mandiri melalui berbagai usaha produktif.
Keterlibatan aktif perempuan dalam sektor UMKM dinilai memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan kesejahteraan rumah tangga secara langsung, penguatan sektor ini menjadi instrumen penting bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam upaya menekan angka kemiskinan di berbagai kabupaten dan kota.
Anik Yulius Selvanus mengingatkan bahwa tantangan UMKM saat ini bukan sekadar masalah modal usaha. Fondasi yang lebih krusial terletak pada peningkatan kualitas produk, kedisiplinan dalam manajemen keuangan, serta pemenuhan aspek legalitas usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, para pelaku UMKM perempuan di Sulawesi Utara dituntut untuk lebih adaptif terhadap transformasi digital. Pemanfaatan platform digital untuk pemasaran menjadi langkah krusial agar produk unggulan daerah tidak hanya jago kandang, tetapi mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Pihak TP-PKK juga menekankan pentingnya penguatan identitas merek atau branding. Selain itu, sertifikasi halal dan perlindungan kekayaan intelektual disebut sebagai elemen vital yang akan memberikan nilai tambah serta kepercayaan lebih bagi konsumen terhadap produk-produk lokal asal Bumi Nyiur Melambai.
Organisasi perempuan seperti PKK memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan ekosistem usaha yang tangguh di tingkat akar rumput. Sinergi antara organisasi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama dalam melahirkan inovasi yang berdaya saing tinggi di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui penguatan literasi digital dan manajerial ini, TP-PKK Sulawesi Utara berharap muncul lebih banyak wirausaha perempuan yang kreatif dan mandiri. Fokus pemberdayaan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga terciptanya kemandirian ekonomi yang menjadi kontributor nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, produk UMKM Sulawesi Utara optimistis dapat bersaing lebih kompetitif di pasar digital yang tanpa batas.