Marc Marquez mendesak otoritas MotoGP segera memperketat regulasi terkait pembuangan lapisan plastik pelindung visor atau tear-off di dalam lintasan. Langkah ini menyusul rentetan insiden teknis akibat sampah plastik tersebut, termasuk yang dialami Marco Bezzecchi pada MotoGP Spanyol 2026 baru-baru ini.
Masalah sepele yang berdampak fatal kembali menghantui grid MotoGP. Lapisan plastik tipis pelindung helm, atau yang dikenal sebagai tear-off, kini menjadi sorotan tajam setelah berulang kali merugikan pebalap saat balapan berlangsung. Marc Marquez menjadi salah satu sosok paling vokal yang menuntut adanya aturan baru guna mencegah insiden mekanis di lintasan.
Fungsi utama tear-off sebenarnya sangat krusial untuk menjaga visibilitas pebalap dari debu, oli, atau serangga. Namun, ketika lembaran plastik ini dilepas dan dibuang sembarangan di aspal, ia berubah menjadi ancaman nyata. Ban motor yang melindas plastik ini bisa kehilangan traksi seketika, atau lebih buruk lagi, plastik tersebut tersedot ke dalam komponen vital motor.
Sejarah mencatat plastik pelindung ini sudah berkali-kali merusak hasil balapan pebalap papan atas. Jack Miller menjadi korban pertama yang cukup ikonik pada MotoGP Emilia Romagna 2020. Pebalap asal Australia tersebut terpaksa gagal finis karena filter udara motornya menghisap tear-off milik Fabio Quartararo, yang seketika mencekik performa mesin Ducati miliknya.
Kejadian serupa menimpa Marc Marquez di MotoGP Australia 2024. Ironisnya, Marquez menjadi korban dari ulahnya sendiri. Sesaat sebelum lampu start padam, ia melepas tear-off yang kemudian mendarat tepat di jalur ban belakangnya. Efeknya, ban mengalami spin hebat saat start dilakukan, membuat posisinya melorot drastis dalam hitungan detik.
Kasus terbaru terjadi di MotoGP Spanyol 2026 yang menimpa Marco Bezzecchi. Kali ini, plastik milik Alex Marquez yang terlepas di tikungan terakhir tersangkut di winglet motor Bezzecchi. Saat bersiap di posisi grid, plastik itu jatuh dan terjebak di bawah ban belakang, mengakibatkan Bezzecchi gagal melakukan start sempurna.
Marc Marquez menegaskan bahwa diskusi mengenai regulasi ini sudah dilakukan sejak awal tahun, namun implementasinya masih jauh dari kata cukup. Menurutnya, MotoGP perlu menetapkan titik-titik tertentu di sirkuit di mana pebalap diperbolehkan membuang lapisan plastik tersebut guna meminimalisir risiko bagi pebalap lain di belakang.
“Ini adalah sesuatu yang harus kita perbaiki karena pada awal tahun ini kita sudah membicarakannya. Tujuannya semula hanya untuk menghindari terlepasnya tear-off di grid, tapi seperti yang kalian lihat, itu tidak cukup,” ujar Marc Marquez seperti dikutip dari Motorsport.
Pebalap berjuluk The Baby Alien ini mengusulkan agar pembuangan hanya dilakukan di area lurus yang jauh dari zona pengereman atau persiapan start. Strategi ini dianggap lebih aman karena angin akan menerbangkan plastik ke luar lintasan dengan lebih efektif.
“Perlu ditentukan titik di mana pembalap dapat melepas tear-off. Akan sangat berguna jika para pebalap diminta untuk melepasnya di lintasan lurus, misalnya dari tikungan 5 ke 6, karena hal itu akan mencegah potensi masalah sebelum memasuki tikungan terakhir. Itu sungguh sebuah kecelakaan,” kata Marc menambahkan.
Komisi Keselamatan MotoGP diharapkan segera merespons usulan ini sebelum seri balap berikutnya digelar untuk menjamin keadilan dan keselamatan di lintasan.