SULAWESI UTARA — Departemen Energi AS pada Senin (11/5/2026) mengumumkan pelepasan 53,3 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk membantu meredakan lonjakan harga yang terjadi di pasar global. Perusahaan-perusahaan yang menerima pasokan ini termasuk Trafigura Group dan Marathon Petroleum Corp, di mana Trafigura mendapat jumlah terbesar hampir 13 juta barel.
Harga rata-rata nasional untuk bensin reguler di AS telah meningkat signifikan, mencapai lebih dari US$4,50 per galon untuk pertama kalinya sejak Juli 2022. Lonjakan ini bertepatan dengan serangan AS dan Israel ke Iran pada bulan Februari, yang memicu kecemasan akan gangguan pasokan minyak global. Dengan kondisi ini, pemerintah merasa perlu mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut pada konsumen dan ekonomi.
Pelepasan cadangan ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas harga BBM di SPBU, terutama menjelang musim liburan musim panas, yang biasanya meningkatkan permintaan akan bahan bakar. Dengan ketersediaan tambahan dari cadangan darurat, diharapkan harga tidak akan semakin melambung, memberikan keuntungan bagi konsumen.
Langkah ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah AS dalam menghadapi krisis harga energi. Sebelumnya, pemerintah juga telah melepaskan cadangan minyak dalam jumlah besar untuk menstabilkan pasar, namun pelepasan kali ini dianggap salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi saat ini.
Analisis pasar menunjukkan bahwa meskipun pelepasan cadangan dapat memberikan solusi jangka pendek, ketidakpastian di kawasan Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga minyak global. Pengamat industri memperkirakan bahwa harga mungkin kembali tertekan jika ketegangan tidak mereda, dan permintaan meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.