MANADO — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) secara resmi menyalakan daya listrik sebesar 66.000 VA bagi pelanggan potensial di Kabupaten Kepulauan Talaud. Penyalaan dilakukan oleh tim teknis Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melonguane dan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa pihaknya memandang wilayah perbatasan sebagai beranda depan Indonesia, bukan halaman belakang.
"Kami terus memperkuat komitmen dalam mendorong geliat ekonomi dan investasi di wilayah kepulauan Sulut," kata Usman di Manado, Jumat.
Pasokan listrik tersebut diproyeksikan untuk menopang seluruh operasional toko ritel modern di Melonguane. Mulai dari sistem pencahayaan, pendingin ruangan (AC), hingga sistem transaksi digital, semuanya bergantung pada keandalan daya yang baru tersambung.
Hadirnya ritel modern dengan kapasitas daya yang mumpuni diharapkan mampu menjadi katalisator bagi ekosistem ekonomi lokal. PLN menyebut langkah ini bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan rumah tangga yang berkualitas.
Menurut Usman, ketersediaan listrik yang stabil adalah faktor vital bagi pergerakan bisnis. Ia menekankan bahwa dengan sistem kelistrikan yang siap, pihaknya ingin mengirimkan pesan kepada para pelaku usaha bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud adalah wilayah yang layak untuk investasi.
"Ketersediaan listrik yang andal menjadi faktor vital dan urat nadi bagi pergerakan bisnis. Dengan sistem kelistrikan yang siap, kami ingin mengirimkan pesan kepada para pelaku usaha bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud adalah wilayah yang sangat layak untuk investasi. PLN siap mengawal pertumbuhan bisnis Anda melalui layanan yang cepat dan profesional," tegas Usman.
Manager PLN ULP Melonguane, Adithya Pranata, mengatakan bahwa penyalaan pelanggan potensial ini adalah bukti nyata kehadiran PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pihaknya terus bertransformasi untuk memberikan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan bisnis.
"Kami pastikan pelaku usaha dapat fokus menjalankan bisnisnya secara optimal tanpa perlu mengkhawatirkan keandalan listrik," kata Adithya.
Proses penyambungan dan penyalaan listrik dilaksanakan dengan standar prosedur yang ketat untuk menjamin keandalan sistem. PLN berkomitmen penuh untuk mendukung setiap gerak langkah investasi dan kegiatan usaha di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).