Pembersihan yang berlangsung selama dua hari itu menyasar bahu jalan, median, hingga drainase yang tertutup semak belukar dan sampah. Warga Lolak menyebut kondisi jalan nasional itu sudah sangat memprihatinkan dan mengganggu pemandangan ibu kota kabupaten.
Meskipun Jalur Dua Lolak merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan BPJN, Pemkab Bolmong memutuskan tidak menunggu. Bupati Yusra Alhabsyi memimpin langsung aksi bersih-bersih sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan warga yang sudah lama mengeluhkan minimnya perawatan.
"Ini jalur utama menuju pusat pemerintahan kabupaten. Sangat disayangkan kalau dibiarkan terlihat kumuh seperti ini. Harusnya ada perawatan rutin karena ini wajah ibu kota daerah," ujar salah seorang warga Lolak, Selasa (19/5/2026).
Pantauan di lapangan, sejumlah titik drainase di sepanjang jalur tersebut tertutup sampah dan semak belukar. Kondisi ini tidak hanya mengurangi estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menyebabkan genangan air saat hujan turun. Rumput liar di median jalan juga terlihat tidak dipangkas dalam waktu lama.
Para ASN yang diterjunkan bekerja memotong rumput, mengangkut sampah, dan membuka saluran air yang tersumbat. Aksi ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang menilai pemerintah daerah lebih peduli dibandingkan instansi pusat yang berwenang.
Warga berharap aksi bersih-bersih ini tidak hanya bersifat insidental. Mereka mendesak adanya koordinasi serius antara Pemkab Bolmong dan BPJN agar pemeliharaan Jalur Dua Lolak dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Pasalnya, ruas jalan ini menjadi gerbang utama bagi siapa pun yang memasuki ibu kota Kabupaten Bolmong.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari BPJN terkait keluhan masyarakat dan langkah Pemkab Bolmong yang bergerak lebih dulu. Warga berharap perhatian terhadap jalur strategis ini tidak lagi setengah-setengah.