MANADO — The Pier, sebuah area nongkrong yang berada di kawasan Manado Tateli Resort, menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda dan pencari suasana santai. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena menyuguhkan panorama matahari terbenam langsung dari tepi laut.
Tidak seperti tempat wisata pada umumnya, The Pier tidak menerapkan sistem tiket masuk. Pengunjung cukup membayar sesuai pesanan, dengan opsi menu paling murah mulai dari Rp 12 ribu.
Letaknya yang strategis di pinggir pantai membuat setiap sudut The Pier menawarkan pemandangan laut lepas. Banyak pengunjung yang datang pada sore hari untuk menikmati momen golden hour sambil duduk santai. Kursi-kursi yang ditata langsung menghadap ke laut menjadi spot favorit untuk berfoto.
Suasana yang ditawarkan lebih mirip kafe terbuka dibandingkan tempat wisata komersial. Tidak ada sekat atau bangunan permanen yang menghalangi pandangan ke laut, sehingga angin laut terasa langsung.
Dalam beberapa pekan terakhir, unggahan foto dan video dari The Pier membanjiri linimasa media sosial. Banyak warganet yang membandingkannya dengan tempat nongkrong mahal di pusat kota. Dengan harga minuman yang setara dengan harga segelas kopi di warung biasa, pengunjung bisa menikmati pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Seorang pengunjung yang ditemui di lokasi mengatakan, “Suasananya beda. Di sini bisa lihat sunset langsung tanpa terhalang bangunan. Murah lagi.”
Fenomena The Pier ini menjadi contoh bagaimana sebuah tempat bisa ramai dikunjungi tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk iklan. Cukup dengan modal pemandangan dan harga terjangkau, tempat ini berhasil menjadi destinasi baru yang ramai dikunjungi, terutama di akhir pekan.
Bagi warga Manado yang ingin mencari tempat nongkrong baru dengan suasana berbeda, The Pier di Tateli Resort bisa menjadi pilihan. Cukup datang sore hari, pesan segelas minuman, dan nikmati matahari tenggelam di laut.