Aturan Baru Le Mans Hypercar 2030 Hapus AWD Hybrid, Bikin Pabrikan Lebih Merata

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:08:01 WIB
Aturan baru Le Mans Hypercar 2030 menghapus sistem AWD hybrid untuk keseimbangan kompetisi.

SULAWESI UTARA — Setelah empat tahun menikmati "Zaman Platinum" dengan rekor jumlah pabrikan di Le Mans, penyelenggara balap ketahanan dunia, ACO dan IMSA, sepakat merombak total aturan kelas tertinggi. Mulai 2030, dua regulasi yang berjalan paralel saat ini — LMDh dan LMH — akan dilebur menjadi satu aturan tunggal. Keputusan ini diambil bukan karena sistem lama gagal, tapi justru untuk memastikan momentum positif ini bertahan untuk generasi mobil berikutnya.

Perbedaan LMDh dan LMH yang Akan Dihapus

Saat ini, pabrikan punya dua jalur berbeda. LMDh menggunakan sasis standar dari empat pemasok dan sistem hybrid transaxle yang sudah ditentukan. Sementara LMH jauh lebih bebas: pabrikan bisa membuat sasis sendiri, mengembangkan hybrid sendiri, bahkan memilih mesin V-12 tanpa hybrid sama sekali seperti Aston Martin Valkyrie.

Masalahnya, meskipun aturan keseimbangan performa (BoP) terus disetel, mobil LMH terbukti dominan. Dalam empat tahun terakhir, pabrikan yang memilih regulasi LMH selalu memenangkan 24 Hours of Le Mans. Sementara itu, dari total 13 pabrikan yang masuk, sembilan di antaranya memilih jalur LMDh yang lebih terjangkau. Ketimpangan ini yang coba diperbaiki.

Apa yang Berubah di Aturan 2030?

Aturan baru menghapus sistem hybrid all-wheel drive. Semua mobil wajib menggunakan hybrid, tapi tenaga listrik hanya akan disalurkan ke roda belakang. Pengecualian untuk mobil non-hybrid seperti Valkyrie juga dihapus. Pabrikan masih bisa memilih antara membuat sasis dan hybrid sendiri atau menggunakan komponen standar, tapi kombinasinya diatur lebih ketat. Misalnya, pabrikan tidak boleh menggunakan sistem hybrid standar di sasis buatan sendiri.

Selain itu, diffuser belakang akan distandarisasi untuk mengurangi perbedaan aerodinamis. Sebagai kompensasi, pabrikan diberi lebih banyak kebebasan untuk mengubah elemen aerodinamis di bagian lain. Target tenaga dan bobot dinaikkan, tapi kecepatan putaran diperkirakan tetap mirip dengan mobil Hypercar saat ini.

Dampak ke Pabrikan: Porsche, Acura, dan Alpine

Perubahan ini datang setelah beberapa program pabrikan besar mengalami perubahan haluan. Porsche menutup program WEC-nya yang juara dan hanya fokus di IMSA. Acura dan Alpine menghentikan program pabrik mereka, sementara Lamborghini menghentikan operasinya akhir musim lalu. Namun, bos balap Porsche, Thomas Laudenbach, sudah memberi sinyal bahwa aturan 2030 "akan memainkan peran" dalam keputusan mereka untuk kembali ke Eropa.

Homologasi Lima Tahun dan Peluang Hidrogen

Aturan baru ini dirancang untuk stabilitas jangka panjang. Mobil akan dihomologasi selama lima tahun tanpa pengecualian pengembangan tahunan yang selama ini ada. Artinya, desain akan terkunci untuk satu siklus penuh. Ini menekan biaya pengembangan dan membuat pabrikan lebih yakin untuk berkomitmen.

Satu celah khusus disediakan untuk mobil balap bertenaga hidrogen. Langkah ini sepertinya ditujukan untuk Toyota, yang sejak lama ingin balap dengan bahan bakar alternatif namun terhambat regulasi. Meskipun secara teknis tidak seekstrim era LMP1 yang penuh inovasi, aturan baru ini diyakini bisa membeli waktu bagi IMSA dan WEC untuk menikmati setidaknya lima tahun persaingan ketat antar pabrikan besar.

Reporter: Saiful
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top