SULAWESI UTARA — Bosan melulu lewat jalan tol yang lurus dan monoton? Tiga aplikasi navigasi — Waze, Sygic, dan Calimoto — memberikan opsi baru yang mengutamakan rute pemandangan indah dan tikungan seru. Alih-alih menghitung waktu tempuh paling singkat seperti Google Maps, aplikasi ini justru mendorong pengemudi untuk menikmati perjalanan. Fitur ini tersedia secara global dan bisa diunduh pengguna di Indonesia melalui App Store atau Google Play.
Waze: Rute Indah dari Komunitas, Bukan Algoritma Buta
Waze, yang sudah populer berkat laporan polisi dan hambatan real-time, kini punya opsi scenic route. Fitur ini memanfaatkan data dari pengguna lain yang menandai jalan-jalan favorit mereka. Jadi, bukan sekadar rute yang indah secara visual menurut peta, tapi berdasarkan rekomendasi sesama pengemudi.
Perbedaannya dengan Google Maps cukup signifikan. Google Maps mengutamakan rute tercepat berdasarkan data historis lalu lintas. Waze, dengan fitur ini, bisa mengarahkan Anda memutar beberapa kilometer demi melewati jalan pegunungan yang berkelok. Cocok untuk pengendara motor atau mobil yang mencari sensasi, bukan sekadar sampai tujuan.
Sygic: Pemandangan Disertai Data Offline Lengkap
Sygic, yang terkenal dengan peta offline-nya, menyematkan fitur serupa. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memilih preferensi rute berdasarkan pemandangan, bukan hanya jarak. Kelebihan Sygic adalah peta yang bisa diunduh penuh, sehingga fitur ini tetap berfungsi meski sinyal hilang di daerah terpencil.
Bagi pengendara di Indonesia yang kerap melewati jalur alternatif seperti Bandung-Lembang via Punclut atau jalur selatan Jawa, fitur ini jadi nilai tambah. Sygic juga menampilkan data elevasi dan tikungan tajam, membantu pengemudi mempersiapkan diri sebelum memasuki jalan berkelok.
Calimoto: Surga bagi Pengendara Motor Sport
Calimoto dirancang khusus untuk pengendara motor, terutama yang suka jalan berkelok. Aplikasi ini secara otomatis menghitung rute dengan jumlah tikungan terbanyak, bukan jalan paling lurus. Fitur twisty road jadi andalannya.
Di Indonesia, Calimoto mulai dilirik komunitas motor sport dan touring. Aplikasi ini bisa menyusuri jalur seperti Puncak-Cianjur atau Magelang-Kopeng dengan prioritas tikungan seru. Tampilannya juga fokus pada informasi kecepatan dan sudut kemiringan, bukan sekadar peta biasa.
Dampak bagi Pengemudi di Indonesia: Pilihan, Bukan Paksaan
Meski ketiga aplikasi ini menawarkan fitur menarik, bukan berarti Google Maps akan ditinggalkan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, rute tercepat tetap jadi prioritas karena kemacetan. Namun, untuk perjalanan akhir pekan atau liburan panjang, opsi rute pemandangan ini bisa mengubah pengalaman berkendara.
Pengguna di Indonesia perlu mencatat bahwa fitur ini bergantung pada data peta yang akurat. Daerah dengan jalan rusak atau belum terpetakan dengan baik mungkin tidak optimal. Namun, tren ini menunjukkan bahwa industri navigasi mulai mengakomodasi kebutuhan pengemudi yang mencari lebih dari sekadar efisiensi — mereka ingin menikmati perjalanan.
Waze, Sygic, dan Calimoto bisa diunduh gratis dengan opsi berlangganan untuk fitur premium. Jadi, sebelum merencanakan perjalanan darat berikutnya, coba instal salah satunya dan rasakan perbedaannya.