SULAWESI UTARA — Gelar perdana AVC Men's Cup milik Indonesia datang dengan cara yang dramatis. Di final, akhir pekan lalu, Farhan Halim dan kolega tampil sebagai kuda hitam yang sukses menjungkalkan tim peringkat 22 dunia itu. Padahal di pertemuan pertama fase grup, Indonesia dibantai 0-3 (22-25, 22-25, 21-25).
Set pertama menjadi titik balik paling krusial. Korea unggul 24-22 dan memiliki set point, namun gagal memanfaatkannya. Indonesia memaksakan sembilan kali deuce sebelum akhirnya memenangi set lewat service ace Boy Arnez dengan skor 34-32.
Media Korea, Sportsworldi, mengakui keunggulan Indonesia. "Tampaknya mereka (Korea) akan dengan mudah mengamankan kemenangan lain, tetapi mengalami pukulan tak terduga," tulis mereka.
Data akhir pertandingan menunjukkan superioritas Indonesia di sektor servis. Tim Merah Putih mencetak tujuh poin dari service ace, sementara Korea hanya dua. Lebih parah, Korea melakukan 23 kesalahan sendiri (unforced error), jauh di atas Indonesia yang hanya 17 kali.
"Mereka menderita kekalahan telak ini karena lini receive mereka terguncang oleh servis-servis keras lawan," tulis Edaily dalam laporannya. Boy Arnez disebut sebagai momok utama bagi barisan penerima bola Korea.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Korea. Dalam tiga edisi sebelumnya, mereka selalu gagal di semifinal. Kini, di edisi keempat, langkah mereka terhenti di partai puncak oleh tim peringkat 48 dunia.
Media Korea lainnya, Edaily, menulis judul pedas: "Gelar pertama digagalkan Indonesia. Timnas Voli Putra menderita kekalahan telak di final AVC Cup." Kutipan itu merujuk pada lemahnya antisipasi Hwang Taek Eui dan kawan-kawan terhadap servis pemain Indonesia.
Kemenangan ini dipastikan akan mendongkrak peringkat Indonesia yang saat ini berada di posisi ke-48. Sebelum turnamen, tak banyak yang memprediksi skuad asuhan Issanaye Ramires mampu merebut gelar. Namun, performa konsisten sepanjang turnamen membuktikan bahwa voli Indonesia layak diperhitungkan di level Asia.