BOLMUT — Insiden kekerasan yang melibatkan seorang siswa terhadap guru matematika di SMPN Satap 18, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sangkub, berbuntut panjang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bolmut memastikan tim khusus telah diterjunkan untuk mengklarifikasi peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 WITA saat jam istirahat sekolah itu.
Kepala Dinas Dikbud Bolmut, Supradi Goma, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang menimpa tenaga pendidik tersebut. Pihaknya juga menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelajar itu.
"Berdasarkan instruksi Bupati, saat ini kami sedang menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi ke pihak-pihak terkait," ujar Supradi Goma dalam pernyataannya, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi guru yang menjadi korban dalam keadaan baik dan mendapatkan pendampingan. Selain itu, proses pembinaan terhadap siswa yang bersangkutan juga akan dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kami berkomitmen dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan penuh rasa hormat. Nanti setelah hasil investigasi lengkap, kami akan sampaikan secara resmi. Mohon diberi waktu untuk kami menyelesaikan dulu secara baik," kata Goma.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 09.30 WITA. Aksi kekerasan diduga dilakukan saat jam istirahat berlangsung di lingkungan sekolah.
Pelaku merupakan seorang siswa yang menggunakan kunci motor sebagai alat untuk melukai guru matematika tersebut. Hingga saat ini, motif di balik aksi kekerasan itu masih menjadi bagian dari pendalaman tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan.
Kabar mengenai kekerasan terhadap guru ini memicu gelombang keprihatinan di kalangan pendidik. Berbagai ucapan duka dan kecaman atas tindakan kekerasan tersebut membanjiri platform media sosial Facebook.
Banyak rekan sejawat dari berbagai sekolah yang menyuarakan simpati dan mendesak agar kasus ini ditangani secara serius. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang dan ada jaminan rasa aman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya di sekolah.
Dinas Pendidikan setempat berjanji akan merilis hasil investigasi secara resmi setelah proses klarifikasi terhadap semua pihak yang terlibat dinyatakan tuntas.