SULAWESI UTARA — Harga emas Antam 24 karat naik Rp 36.000 per gram sepanjang perdagangan 14-19 Juli 2026, dari Rp 2.602.000 menjadi Rp 2.638.000 per gram. Kenaikan ini menandai tren positif logam mulia di tengah ketidakpastian pasar global. Bagi investor ritel, harga buyback juga ikut naik Rp 18.000 per gram menjadi Rp 2.470.000.
Harga emas Antam 24 karat ditutup di level Rp 2.638.000 per gram pada Sabtu (19/9), naik Rp 36.000 per gram dibandingkan posisi awal pekan Senin (14/9) di Rp 2.602.000 per gram. Sepanjang sepekan, harga sempat menyentuh titik terendah Rp 2.592.000 per gram sebelum kembali menguat. Pergerakan ini tercatat di situs resmi Logam Mulia Antam.
Senin (14/9) menjadi titik awal perdagangan pekan ini dengan harga Rp 2.602.000 per gram. Keesokan harinya, Selasa (15/9), harga terkoreksi turun Rp 10.000 per gram. Penurunan itu tidak berlangsung lama.
Rabu (16/9), harga kembali naik Rp 1.000 per gram. Kamis (17/9), penguatan berlanjut dengan kenaikan Rp 5.000 per gram. Puncaknya terjadi Jumat (18/9) ketika harga melonjak Rp 25.000 per gram, lalu ditutup di Rp 2.638.000 per gram pada Sabtu (19/9).
Secara akumulatif, lima hari perdagangan menghasilkan kenaikan bersih Rp 36.000 per gram. Fluktuasi harian yang relatif kecil di awal pekan berbalik menjadi penguatan signifikan di dua hari terakhir.
Harga buyback Antam juga mengalami kenaikan Rp 18.000 per gram sepanjang pekan, dari Rp 2.452.000 menjadi Rp 2.470.000 per gram. Buyback adalah harga yang ditetapkan Antam jika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulianya.
Bagi investor ritel, selisih antara harga jual dan buyback menjadi pertimbangan utama. Kenaikan buyback sepekan ini memberi ruang lebih baik bagi mereka yang ingin merealisasikan keuntungan.
Pergerakan harga emas Antam sepekan ini mencerminkan minat pasar yang masih solid terhadap instrumen safe haven. Dengan buyback yang ikut menguat, posisi investor emas fisik tetap menarik di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.