SULAWESI UTARA — Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026 resmi berakhir di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (19/9/2026) malam. Dari 566 finalis, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum dengan 82 medali. Berikut daftar sekolah dengan koleksi medali terbanyak.
Perolehan medali OSN 2026 menunjukkan dominasi sekolah swasta di jajaran teratas. Dari 10 sekolah dengan koleksi medali terbanyak, hanya dua sekolah negeri yang berhasil masuk daftar. Pemeringkatan disusun berdasarkan jumlah medali emas, lalu perak, dan perunggu.
Sekolah ini mengoleksi 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu dengan total 8 medali. Ferrel Gabriel dan Davino Sugianto menyumbang emas dari cabang Fisika, disusul Michael Davin Hadi (Biologi), Darren Jeonathan (Ekonomi), dan Jovan Rafael Natalieputra (Astronomi).
Meski menempati posisi kedua, sekolah ini mengumpulkan total medali terbanyak, yakni 10 medali dari 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Axelleon Reinhart Tandani dan Hansen Marcello Chandra meraih emas dari Matematika, sementara Devin Cahyadi (Fisika) dan Vincent Dhammara Alvi (Biologi) melengkapi koleksi emas.
Sekolah negeri ini membawa pulang 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dengan total 7 medali. Bumi Jauhar Khawarizmi dan Muammar Akhtar Djanoarta menyumbang emas dari Kebumian, sedangkan Muhammad Genta Ksatria Bumi meraih emas di Astronomi.
Sekolah ini meraih 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu dengan total 6 medali. Ketut Andra Nugraha Utama (Matematika) dan Hanin Khairunnisa Fauzan (Kimia) menjadi penyumbang medali emas.
Dengan 2 emas, 0 perak, dan 2 perunggu, sekolah ini mengoleksi total 4 medali. Aladdin Naufal Surahman meraih emas dari Fisika, sementara Wigar Niscala Ghiyats Sambas menyumbang emas di Astronomi.
Kayllen Gracie Kohari (Kebumian) dan Gunadi Putra Buntoro (Biologi) membawa emas untuk sekolah ini. Total koleksinya 2 emas, 0 perak, dan 1 perunggu.
Komposisi medali sekolah ini sama persis dengan Petra 1, yakni 2 emas dan 1 perunggu. Gerardus Paxton Mardhi meraih emas dari Informatika, sedangkan Ananda Osho Manuel dari Ekonomi.
Jayvin Staley Chen (Kimia) dan Ahmad Yazid Muhandis (Informatika) menyumbang dua emas tanpa tambahan medali perak atau perunggu. Total koleksi sekolah ini 2 medali.
Avliani Wijaya dan Axel Dwi Putra kompak meraih emas dari cabang Geografi. Sama seperti Kharisma Bangsa, sekolah ini mengoleksi 2 medali emas tanpa perak maupun perunggu.
Sekolah ini mengumpulkan 1 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Koleksi medali terbanyaknya berasal dari cabang perunggu, menjadikannya satu-satunya sekolah di daftar ini dengan komposisi medali perunggu lebih dominan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene, menyebut OSN 2026 mengalami peningkatan peserta lebih dari 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Para finalis juga mendapat peluang pembinaan lanjutan, mulai dari Pelatnas hingga beasiswa perguruan tinggi jalur prestasi.