MANADO — Politisi daerah pemilihan Minahasa Utara–Bitung itu menilai peringatan ulang tahun provinsi seharusnya tidak berhenti pada seremonial. Menurut Walukow, momen hari jadi daerah semestinya menjadi titik tolak lahirnya terobosan nyata bagi warga yang sedang kesulitan. Ia menyoroti kondisi lapangan yang disebutnya semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Banyak desa melaporkan sumur-sumur mereka mulai mengering. Pasokan air dari PDAM juga kian terbatas. Persoalan itu belum termasuk dampak yang dialami sektor pertanian, tempat banyak petani mengalami gagal panen akibat musim kemarau panjang yang tak kunjung usai.
Walukow menegaskan keluhan semacam ini bukan lagi kasus tunggal. Ia menyebutnya sudah menjadi fenomena luas yang perlu ditangani serius oleh pemerintah di semua tingkatan. Legislator itu berharap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota bergerak cepat mengatasi krisis kekeringan.
Masyarakat, katanya, sudah sangat kewalahan menghadapi situasi tersebut. Mereka tidak bisa dibiarkan menunggu terlalu lama tanpa intervensi.
Data terbaru yang dihimpun menunjukkan luas lahan sawah terdampak kekeringan di Sulawesi Utara mencapai sekitar 2.846,5 hektare. Angka itu merupakan akibat fenomena iklim yang melanda kawasan tersebut. Walukow mengingatkan kegagalan panen dalam skala seluas itu berdampak langsung pada pendapatan petani serta ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, penanganannya tidak bisa ditunda. Ia menilai kondisi tersebut wajib menjadi perhatian serius pemerintah.
Walukow menambahkan persoalan air bersih dan pertanian saling berkaitan erat. Ketika sumur mengering dan layanan PDAM terbatas, rumah tangga kehilangan akses air bersih. Petani pun kehilangan sumber pengairan bagi sawah mereka.
Karena itu, ia mendorong adanya koordinasi lintas daerah agar bantuan dan solusi bisa menjangkau desa-desa yang paling parah terdampak. Pemerintah, tegasnya, tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, melainkan harus bergerak bersama antara provinsi, kabupaten, dan kota.
Walukow berharap peringatan hari jadi provinsi tahun ini benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat. Baginya, keberadaan warga Sulawesi Utara, terutama para petani, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Jika krisis kekeringan dibiarkan berlarut-larut, ia khawatir dampaknya akan semakin meluas. Pemulihan ekonomi masyarakat di sektor pertanian dinilainya bakal semakin sulit.
Pernyataan tersebut disampaikan Walukow pada Senin, 21 September 2026, dua hari menjelang puncak peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara. Ia menegaskan momen ulang tahun daerah semestinya dimanfaatkan pemerintah untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan solusi bagi persoalan mendesak yang dihadapi rakyat.