MANADO — Hendry Walukow menyampaikan hal itu di Manado, Senin (21/9/2026) siang, dua hari menjelang peringatan hari jadi provinsi. Ia menilai momentum HUT ke-62 seharusnya dipakai pemerintah untuk melahirkan terobosan nyata bagi warga yang terdampak musim kemarau berkepanjangan.
Sumur Kering dan PDAM Terbatas di Banyak Desa
Walukow menyebut kondisi di lapangan semakin berat. Ia merinci keluhan yang muncul dari sejumlah desa terkait akses air bersih yang terus menyusut.
"Dalam rangka HUT Provinsi harus ada terobosan dalam mengatasi krisis kekeringan yang dialami oleh nasyarakat, Banyak desa-desa mengeluh kekeringan. Sumur-sumur sudah mulai kering, Air PDAM mulai terbatas. Ditambah lagi hasil pertanian banyak yang mengalami gagal panen," ungkap Hendry.
Menurutnya, warga kini kewalahan menghadapi dampak kemarau yang berkepanjangan. Persoalan air bersih dan pertanian datang bersamaan, tanpa banyak pilihan bagi masyarakat untuk bertahan.
2.846,5 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan
Data terbaru menunjukkan luas lahan sawah yang mengalami kekeringan di Sulawesi Utara mencapai sekitar 2.846,5 hektare. Angka itu muncul akibat dampak fenomena iklim yang melanda wilayah tersebut.
Walukow menegaskan angka tersebut tidak bisa dibiarkan tanpa penanganan. Ia meminta pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota menyusun langkah konkret, bukan sekadar imbauan.
Dorong Langkah Konkret Usai Peringatan HUT
Legislator Dapil Minut–Bitung itu berharap peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulut menjadi titik balik penanganan krisis air. Pemerintah diminta bergerak cepat menjangkau desa-desa yang paling parah terdampak.
"Semoga momentum HUT provinsi ke 62 ini pemerintah ada langkah kongkrit dalam mengatasi masalah kekeringan," harap Henry.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah provinsi mengenai langkah yang akan diambil menyusul desakan tersebut.