Arema FC Paksa Bhayangkara Presisi Imbang 2-2 di Kanjuruhan

Penulis: Saiful  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:16:01 WIB
Pemain Arema FC dan Bhayangkara Presisi berduel memperebutkan bola pada laga BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang.

SULAWESI UTARA — Arema FC menutup laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-2 pada lanjutan BRI Super League 2026-2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (10/10/2026). Tertinggal dua gol lebih dulu, Singo Edan bangkit lewat Marcos Vinicius dan Oluwasegun Otusanya untuk memaksa tim tamu berbagi poin.

Duel di Stadion Kanjuruhan berlangsung dalam tensi tinggi sejak peluit awal. Sebanyak 1.528 penonton menyaksikan langsung jalannya pertandingan di bawah cuaca cerah bersuhu 28 derajat Celsius, dengan wasit Sance Lawita sebagai pengadil lapangan.

Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil menekan lebih dulu. Skema serangan cepat racikan pelatih Oscar Willian Bruzon membuat lini belakang Arema kewalahan di paruh pertama.

Matías Ocampo dan Milan Ristovski Bawa Bhayangkara Unggul Dua Gol

Keunggulan tim tamu dibuka pada menit 14. Matías Ocampo melepaskan tembakan terarah usai memanfaatkan umpan manis dari Moussa Sidibé, mengubah skor menjadi 0-1.

Gol kedua Bhayangkara lahir pada menit 30. Penyerang asing Milan Ristovski mengonversi umpan Kevin Sibille dan membawa timnya menjauh 0-2.

Arema FC mendapat pukulan tambahan di menit 41. Marcos Vinicius diganjar kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Moussa Sidibé. Ocampo menyusul masuk catatan wasit pada menit 45+2 karena pelanggaran keras.

Keputusan VAR Batalkan Penalti Arema di Menit 45+5

Momen paling kontroversial terjadi tepat sebelum turun minum. Wasit Sance Lawita sempat menunjuk titik putih untuk Arema FC setelah dugaan handball Ocampo di kotak terlarang.

Setelah meninjau ulang tayangan VAR di pinggir lapangan, wasit membatalkan keputusan penalti tersebut. Keputusan itu membuat Arema gagal memperkecil ketertinggalan sebelum jeda.

Arkhan Fikri Masuk, Singo Edan Bangkit dalam Tujuh Menit

Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius Santos Goncalves, merespons kondisi tertinggal dengan memasukkan Arkhan Fikri menggantikan Hansamu Yama Pranata sejak awal babak kedua. Perubahan itu langsung mengubah alur permainan tuan rumah.

Menit 51, Marcos Vinicius mencetak gol balasan lewat assist presisi Gabriel Silva. Skor berubah 1-2 dan tekanan Arema semakin deras.

Stadion Kanjuruhan bergemuruh pada menit 59. Oluwasegun Samuel Otusanya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksa Bhayangkara bermain bertahan di sisa laga.

Statistik Kartu dan Rotasi Pemain Kedua Tim

Bhayangkara merespons tekanan dengan menarik keluar Milan Ristovski dan Frengky Missa pada menit 64, digantikan Anton Søjberg dan Firza Andika. Nehar Sadiki masuk menggantikan kapten Kevin Sibille pada menit 72.

Arema melakukan rotasi di lini tengah dan depan. Gustavo França Amadio masuk menggantikan Careca menit 74, Mauro Zijlstra menggantikan Otusanya menit 79, dan Leo Guntara menggantikan kapten Johan Ahmat Farizi menit 89.

Dari sisi disiplin, Arema FC mencatat dua kartu kuning lewat Marcos Vinicius (41') dan Matheus atau M. Blade (68'). Bhayangkara Presisi menerima kartu kuning melalui Matías Ocampo (45+2') dan Mauricio Vera (84'). Tidak ada kartu merah dalam laga ini.

Data e-start list juga mencatat sejumlah pelanggaran berbuah kartu kuning di kubu Bhayangkara, termasuk untuk I Putu Gede Juni Antara, Allano Brendon de Souza Lima, serta T. M. Ichsan yang berada di bangku cadangan.

Dampak Hasil Imbang bagi Kedua Tim

Hasil 2-2 membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin pada pekan lanjutan BRI Super League 2026-2027. Arema FC menunjukkan daya juang setelah tertinggal dua gol, sementara Bhayangkara Presisi gagal mempertahankan keunggulan yang sudah mereka bangun di babak pertama.

Reporter: Saiful
Sumber: aremafc.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top