SULAWESI UTARA — Persaingan menuju Olimpiade Sains Nasional 2026 mulai terlihat dari raihan finalis tingkat provinsi. MAN Insan Cendekia Serpong memimpin dengan 15 siswa, disusul ketat oleh sekolah-sekolah swasta dan madrasah unggulan dari berbagai daerah.
Pemeringkatan Top 30 SMA terbaik nasional baru saja dirilis berdasarkan jumlah siswa yang lolos dari OSN Tingkat Provinsi menuju final nasional. Data ini memberi gambaran awal soal sekolah mana yang paling kuat mencetak talenta sains tahun ini.
Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, mengirimkan 15 siswa sebagai finalis OSN tingkat nasional. Raihan itu menjadikannya kontributor terbanyak di Indonesia untuk tahun ini.
SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong dari Kabupaten Tangerang meloloskan 14 siswa. Selisih satu finalis membuat persaingan di papan atas berlangsung ketat.
Posisi ketiga ditempati MAN 2 Kota Malang dengan 13 finalis. Capaian ini menegaskan kekuatan madrasah negeri di luar Jabodetabek.
SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta Barat mengirim 12 finalis, disusul SMAN Unggulan M.H. Thamrin Jakarta Timur dengan 11 finalis. Tiga sekolah masing-masing meraih 10 finalis: SMAS Sutomo 1 Medan, SMAS Kristen Immanuel Pontianak, dan SMA S Al Kautsar Bandar Lampung.
SMAN 4 Denpasar dan SMA Pradita Dirgantara Boyolali sama-sama meloloskan 9 siswa. Keduanya menutup daftar Top 10 berdasarkan jumlah finalis OSN-P 2026.
Sebaran finalis tidak lagi didominasi Pulau Jawa. SMA Ignatius Global School Palembang dan MAN IC Padang Pariaman masing-masing mengirim 9 finalis, sementara SMAS Al-Azhar Mandiri Palu menyusul dengan 8 finalis.
MAN 1 Pekanbaru, MAN 2 Pekanbaru, dan SMAS Darma Yudha kompak mewakili Kota Pekanbaru di daftar Top 30. Dominasi satu kota seperti ini menunjukkan pembinaan olimpiade yang merata di tingkat daerah.
Dari 30 sekolah teratas, persaingan tahun ini menunjukkan peta baru: madrasah dan sekolah swasta menyaingi SMA negeri unggulan, dengan sebaran finalis yang makin merata ke luar Jawa.