SULAWESI UTARA — Omoda Jaecoo mencatat penjualan lebih dari 1,4 juta unit hanya dalam 3,5 tahun sejak merek ini beroperasi. Capaian tersebut menjadikannya salah satu merek otomotif dengan pertumbuhan tercepat, dengan Eropa sebagai kontributor terbesar mencapai 48 persen pangsa global. Di Indonesia, Jaecoo sudah menembus 10 besar merek terlaris sepanjang 2026.
Eropa menjadi mesin utama pertumbuhan. Baru 2,5 tahun masuk ke kawasan tersebut, penjualan di sana sudah menyumbang hampir separuh volume global Omoda Jaecoo.
Inggris dan Prancis Jadi Bukti Dominasi di Eropa
Di Inggris, Omoda Jaecoo menempati posisi kedua daftar merek paling laris selama dua bulan berturut-turut, Agustus dan September. Model Jaecoo J7 bahkan menjadi mobil terlaris seantero Inggris sepanjang September.
Prancis menunjukkan tren serupa. Enam bulan setelah peluncuran, penjualan di sana sudah mencapai 3.000 unit. Secara kumulatif, angka penjualan Omoda Jaecoo di Prancis telah menembus 10.000 unit.
Pasar Eropa selatan juga bergerak cepat. Di Spanyol dan Italia, penjualan bulanan masing-masing sudah melewati 4.000 unit.
Thailand dan Amerika Latin Ikut Menopang Volume
Kawasan Asia dan Amerika Latin disebut Shawn sebagai kontributor besar lainnya. Di Thailand, Omoda Jaecoo berada di posisi ketiga merek terlaris, sementara Jaecoo J5 EV memimpin segmen mobil listrik selama beberapa bulan berturut-turut.
"Di Thailand, Omoda Jaecoo berada di posisi ketiga terlaris, dan Jaecoo J5 EV berada di posisi puncak mobil listrik paling laris dalam beberapa bulan berturut-turut," ujar Shawn dalam presentasinya.
Jaecoo Masuk 10 Merek Terlaris di Indonesia
Pasar Indonesia memberi sumbangan yang tidak kecil. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menempatkan Jaecoo di posisi kedelapan daftar merek terlaris sepanjang 2026 versi penjualan retail.
Jaecoo membukukan 26.886 unit dengan pangsa pasar sekitar 4 persen. Angka itu dihitung dari total 676.223 unit mobil yang terjual di Indonesia pada periode yang sama.
Pencapaian di Tanah Air menegaskan strategi dua merek Omoda dan Jaecoo berjalan di jalur yang berbeda. Omoda lebih banyak bermain di segmen SUV konvensional, sedangkan Jaecoo mendorong lini elektrifikasi lewat model seperti J5 EV dan J7.
Dengan 1,4 juta unit dalam 3,5 tahun, Omoda Jaecoo kini menempel ketat merek-merek mapan yang butuh puluhan tahun membangun volume serupa. Pertanyaannya, apakah laju ini bisa bertahan saat pasar global mulai melambat.