Kukis Manado Ludes di Festival Indonesia Melbourne, Dispar Sulut Jajaki Kemitraan B2B dengan Pengusaha Australia

Penulis: Fajar  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 11:46:01 WIB
Kukis Manado ludes terjual di Festival Indonesia Melbourne yang digelar di Federation Square, Australia.

MANADO — Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara menggelar promosi pariwisata, kuliner, dan kerajinan daerah di Festival Indonesia Melbourne yang berlangsung di Federation Square, Australia, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut dijalankan bersama organisasi diaspora Kawanua Se Dunia Australia Incorporated di bawah arahan Kepala Dinas Pariwisata Sulut Devi Tanos.

Federation Square dipilih karena posisinya yang strategis di pusat Kota Melbourne, berdekatan dengan Flinders Street Station dan Sungai Yarra. Lokasi itu dinilai efektif untuk memperkenalkan potensi daerah Sulut kepada pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara.

Kukis Manado Sold Out, Kerajinan Dekranasda Ikut Dipamerkan

Trade stall Sulut memajang deretan hasil kerajinan buatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulut serta aneka olahan kuliner khas. Kukis Manado yang dijajakan pengurus KSD Australia menjadi produk paling diburu pengunjung.

Antusiasme terlihat dari stok kukis yang ludes terjual sepanjang acara berlangsung. Sementara produk kerajinan Dekranasda Sulut terus disosialisasikan agar peluang penyerapan pasarnya makin luas.

Stan Pameran Jadi Tiket Masuk Agenda B2B Matching

Keikutsertaan aktif di stan pameran bukan sekadar ajang promosi. Kegiatan itu menjadi syarat utama agar kontingen Sulut bisa mengakses agenda pertukaran bisnis Business-to-Business Matching dalam rangkaian pameran yang sama.

Lewat wadah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulut menargetkan terciptanya kemitraan strategis dengan para pelaku usaha di Australia. Promosi berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Peran Pengurus KSD Australia di Balik Kelancaran Promosi

Kelancaran kegiatan ditopang jajaran pengurus KSD Australia, antara lain Nina Kusumo Liando, Agustine Anne Tjoeka, Tine Rombot-Lengkong, Hanny Rantung, Santy Rantung Donsu, Jorie Lengkong, dan Michael Tjoeka. Mereka terlibat langsung menjajakan produk kuliner Sulut kepada pengunjung.

Sebagai bagian dari Diaspora Etnik Kawanua Indonesian Diaspora Network Global, KSD Australia menyatakan komitmennya menjadi jembatan diplomasi budaya, pariwisata, dan ekonomi antara pemerintah daerah dan pasar internasional.

Informasi lebih lanjut mengenai program dan profil organisasi dapat diakses melalui laman resmi www.kawanuaaustralia.com.

Reporter: Fajar
Sumber: beritamanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top