MANADO — Dekranasda Sulawesi Utara menampilkan sejumlah produk unggulan daerah dalam pertemuan bisnis di Melbourne. Ajang itu mempertemukan perajin dan pelaku UMKM Sulut dengan pembeli serta mitra usaha Australia secara langsung, tanpa perantara agen dagang.
Produk yang dipamerkan dipilih dari tiga sektor: kriya, fesyen, dan olahan pangan. Semuanya berbahan dasar komoditas dan motif khas daerah, dirancang mengikuti standar kualitas pasar global.
Motif Taman Laut Bunaken sampai Tarsius Jadi Andalan Fesyen dan Kriya
Sektor fesyen menampilkan busana batik dan kain bermotif Taman Laut Bunaken, motif Minahasa, serta motif Sangihe Talaud. Ketiga motif itu mewakili tiga wilayah budaya yang selama ini jarang tampil bersamaan dalam satu koleksi.
Dari lini kriya, Dekranasda membawa tas kulit bermotif Nyiur Melambai dan perhiasan bros bermotif bunga anggrek khas Sulawesi Utara. Ada pula suvenir miniatur satwa endemik tarsius dari bahan alami, dan kancing eksklusif berbahan olahan tempurung kelapa.
Pemilihan tempurung kelapa sebagai bahan kancing menunjukkan upaya mengangkat limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual. Bahan itu melimpah di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sulut.
Keripik Pisang Goroho dan Keripik Kelapa Masuk Daftar Olahan Pangan
Di sektor pangan, Sulut membawa keripik pisang goroho renyah dengan dua varian rasa, yakni sambal roa asap dan keju. Pisang goroho sendiri merupakan pisang lokal khas Minahasa yang biasa disantap sebagai camilan atau pendamping makan.
Produk olahan kedua adalah keripik kelapa kaya rempah. Keduanya dikemas untuk memenuhi standar kualitas pasar global dengan tetap mempertahankan identitas kearifan lokal.
Rasa sambal roa asap menjadi pilihan yang menonjol. Roa adalah ikan asap khas Sulut yang selama ini lebih dikenal sebagai lauk rumah tangga, bukan bahan bumbu camilan kemasan.
Harapan Pemprov Sulut: Jaringan Pemasaran Ekspor Terbuka
Pemprov Sulut berharap produk-produk lokal daerah semakin dikenal luas dan mampu bersaing di kancah internasional. Langkah ini juga diharapkan memperluas jaringan pemasaran ekspor serta memberikan dampak ekonomi positif bagi keberlanjutan usaha para perajin dan pelaku UMKM di Sulut.
Forum B2B Business Matching mempertemukan penjual dan pembeli secara tatap muka, sehingga kesepakatan dagang bisa dibahas langsung. Bagi perajin skala kecil, model pertemuan seperti ini lebih efektif ketimbang mengandalkan pameran dagang umum.
Kehadiran Ketua Dekranasda di Melbourne menjadi bagian dari rangkaian promosi daerah ke pasar Australia. Belum ada keterangan mengenai nilai transaksi atau jumlah mitra usaha yang dijajaki dalam pertemuan tersebut.