SULAWESI UTARA — Keluhan soal layar iPhone Duo mencuat di kalangan pengguna, terutama fenomena garis terang yang dijuluki lightsaber. Tech creator Indra iTechLife mengaku belum menemukan gangguan serupa pada unit miliknya, meski bekas lipatan di tengah layar kini jauh lebih terlihat dibanding saat pertama di-unboxing. Ia meminta publik menunggu hasil investigasi Apple sebelum menyimpulkan adanya cacat produksi.
Indra iTechLife menerima banyak aduan soal layar iPhone Duo lewat pesan langsung dan kolom komentar kanal YouTube miliknya. Laporan yang masuk ke tech creator tersebut sejalan dengan ramainya keluhan pengguna mengenai garis terang yang disebut lightsaber pada perangkat lipat pertama Apple itu.
Kendati demikian, kondisi unit yang ia pakai sehari-hari berbeda. Indra menyebut layar iPhone Duo miliknya masih berfungsi normal tanpa kendala berarti.
Sejak pertama kali di-unboxing, Indra mengamati perubahan pada bagian tengah layar fleksibel. Bekas lipatan atau crease sekarang jauh lebih terlihat dibandingkan kondisi awal perangkat keluar dari kotak.
Perubahan itu tidak mengganggu pengalaman penggunaan sehari-hari. Menurut Indra, crease sudah diprediksi muncul perlahan seiring waktu dan tidak berkaitan dengan fungsi layar.
Ia membedakan crease dari fenomena lightsaber. Crease merupakan bekas lipatan pada permukaan layar fleksibel, sedangkan lightsaber merujuk pada garis terang yang muncul dan mengganggu tampilan layar. Bekas lipatan yang makin jelas tidak otomatis menandakan kerusakan panel, sementara garis terang perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Bagi Indra, isu kualitas perangkat bukan hal baru setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru. Keluhan serupa kerap muncul pada masa awal penjualan.
"Isu-isu seperti ini saya melihatnya selalu bermunculan di saat ada iPhone terbaru muncul, semua polanya sama pasti di awal rilis," katanya.
Ia mencontohkan keluhan pada generasi iPhone sebelumnya, mulai dari bodi yang mudah meninggalkan sidik jari, lapisan warna terkelupas, hingga kekhawatiran soal ketahanan perangkat. Pola itu menurutnya berulang di setiap siklus peluncuran.
Indra menilai masih terlalu dini menyimpulkan layar iPhone Duo mengalami cacat desain. Penyebab gangguan perlu dipastikan lewat pemeriksaan teknis lebih dulu.
"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan ini. Saya juga penasaran tanggapan Apple mengenai isu ini jika memang benar terjadi," ujarnya.
Hingga kini, penyebab keluhan layar iPhone Duo belum dapat dipastikan Apple, termasuk apakah berkaitan dengan cacat produksi, desain, atau faktor lain. Indra meminta publik tidak langsung percaya pada informasi yang beredar di internet tanpa verifikasi.
Pengguna yang mengalami kerusakan layar disarankan menghubungi layanan resmi Apple untuk mengajukan klaim garansi. Menurut Indra, jalur ini seharusnya bisa ditempuh untuk memperoleh penukaran unit baru.
"Jika ada yang mengalami harusnya bisa langsung claim warranty ke Apple untuk melakukan penukaran unit baru," katanya.
Penggantian perangkat tidak otomatis diberikan. Keputusan klaim bergantung pada hasil pemeriksaan teknis dan ketentuan garansi Apple yang berlaku, sehingga pengguna perlu menyiapkan bukti pembelian dan dokumen pendukung.
Bagi pasar Indonesia, kasus ini menjadi ujian pertama bagi layanan purnajual Apple untuk lini perangkat lipat. Cara perusahaan menangani klaim garansi dan menjelaskan penyebab gangguan layar akan menentukan kepercayaan konsumen terhadap kategori produk yang harganya masih di atas rata-rata smartphone flagship.