Pencarian

Kata ALVA Soal Tantangan Motor Listrik: Komponen Elektrikal Jadi Hambatan

Jumat, 23 Oktober 2026 • 16:47:31 WIB
Kata ALVA Soal Tantangan Motor Listrik: Komponen Elektrikal Jadi Hambatan
CEO ALVA Purbaya Pantja menilai rantai pasok komponen elektrikal seperti baterai dan kontroler masih menjadi hambatan dalam pengembangan industri motor listrik nasional.

SULAWESI UTARA — ALVA menilai basis industri sepeda motor Indonesia sudah kuat, tetapi rantai pasok komponen elektrikal seperti baterai dan kontroler masih jadi titik lemah. Produsen yang baru berdiri 2022 ini menyebut pengembangan ekosistem motor listrik sebagai proses maraton, bukan sprint, dan mengakui industri kendaraan listrik dalam negeri masih tergolong baru dibanding negara lain.

Purbaya Pantja, CEO ALVA, menyampaikan penilaian itu dalam diskusi detikcom Leaders Forum bertajuk Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi, di Jakarta pada 20 Oktober 2026. Ia membagi kesiapan industri motor listrik ke dalam dua kelompok besar: komponen mekanis dan komponen elektrikal.

Mekanis Sudah Besar, Elektrikal Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Dari sisi mekanis, Indonesia punya modal besar. Basis industri sepeda motor yang sudah terbangun puluhan tahun dinilai Purbaya cukup kuat untuk menopang produksi bodi dan komponen mekanis kendaraan listrik.

Masalahnya bergeser ke komponen elektrikal. Baterai, kontroler, dan motor listrik belum punya rantai pasok yang matang di dalam negeri.

"Industri mekanis motor di Indonesia sebenarnya sudah cukup besar. Tantangannya ada di komponen elektrikal, seperti kontroler dan baterai, termasuk bagaimana kesiapan produksinya," ujar Purbaya.

Baterai Bukan Cuma soal Sel, Tapi Seluruh Rantai Produksi

Purbaya menjabarkan, rantai industri baterai jauh lebih panjang dari yang sering dibayangkan publik. Prosesnya dimulai dari bahan prekursor, berlanjut ke produksi sel baterai, lalu manufaktur paket baterai.

Setiap tahapan itu butuh pemasok yang siap. Kalau satu mata rantai lemah, kebutuhan industri kendaraan listrik tidak bisa dipenuhi secara berkelanjutan.

"Komponen elektrikal perlu mendapat perhatian, mulai motor listrik, baterai, hingga rantai produksinya dari prekursor sampai sel baterai. Kami berharap, seiring berjalannya waktu, kesiapan para pemasok atau vendor bisa semakin matang," tambahnya.

ALVA Akui Industri Ini Baru, dan Itu Bukan Alasan untuk Terburu-buru

ALVA baru berdiri pada 2022. Purbaya menyebut usia perusahaan dan usia industri motor listrik Indonesia sama-sama masih muda, berbeda dengan kondisi di sejumlah negara lain yang sudah lebih dulu mengembangkan kendaraan listrik.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa ini merupakan proses maraton. Karena kami pun (ALVA) juga baru. Industrinya juga baru. Mungkin, di negara-negara lain bukan sesuatu yang baru, tapi di Indonesia ini sesuatu yang baru," kata Purbaya.

Pernyataan itu jadi semacam pengakuan terbuka bahwa membangun ekosistem motor listrik tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan merakit bodi dan komponen mekanis. Rantai pasok elektrikal harus dibangun dari nol atau diperkuat bertahap.

Yang Perlu Diperhatikan

Penjelasan Purbaya menyoroti persoalan struktural, bukan sekadar soal harga atau model. Selama komponen elektrikal masih bergantung pada pasokan luar, biaya produksi motor listrik lokal sulit ditekan.

  • Rantai pasok baterai dari prekursor hingga sel belum matang di Indonesia
  • Kontroler dan motor listrik masih jadi komponen kritis yang perlu dipastikan kesiapannya
  • Kesiapan vendor elektrikal menentukan keberlanjutan produksi, bukan cuma volume awal
  • Usia industri yang masih muda membuat proses penguatan pasokan butuh waktu, bukan target jangka pendek

Purbaya menegaskan, penguatan industri komponen elektrikal menjadi salah satu pekerjaan penting agar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin siap berkembang. Tanpa itu, basis mekanis yang sudah besar belum cukup untuk membuat motor listrik lokal bersaing secara berkelanjutan.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks