MANADO — Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, dan pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Tahun 1928. Semangat kebangsaan turut digelorakan lewat alunan lagu wajib nasional Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa.
Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga di hadapan ratusan personel. Peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda disebutnya harus menjadi momentum menghidupkan kembali semangat persatuan yang diikrarkan para pendahulu bangsa.
"Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji. Janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia. Hari ini, semangat itu harus terus hidup, bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa," ujar Kapolda saat membacakan amanat.
Dalam amanat tersebut, pembangunan Indonesia yang maju tidak sekadar diukur dari megahnya infrastruktur atau canggihnya teknologi. Kapolda menekankan bahwa kemajuan bermula dari pembangunan kualitas manusia itu sendiri.
"Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama," tambahnya.
Amanat Menpora yang dibacakan Kapolda menyoroti tiga nilai utama sebagai landasan generasi masa depan. Ketiganya disampaikan sebagai satu kesatuan karakter, bukan pilihan terpisah.
"Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," tegas Kapolda mengutip pesan Menpora.
Menutup amanatnya, Kapolda berpesan kepada seluruh pemuda dan generasi penerus bangsa untuk terus bermimpi tinggi dan bekerja keras. Pribadi yang kuat, menurutnya, tetap harus memiliki kelembutan hati dan jiwa melayani.
Upacara di Mapolda Sulut melibatkan jajaran pejabat utama dan seluruh personel kepolisian daerah. Peringatan tahun ini mengangkat tema semangat persatuan yang telah berjalan 98 tahun sejak ikrar para pemuda pada 1928.