MINAHASA TENGGARA — Rudy Wakidin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa Tenggara, menyampaikan pesan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 dengan menempatkan ikrar 28 Oktober 1928 sebagai kompas arah perjuangan bangsa. Menurutnya, persatuan, kebersamaan, dan cinta tanah air yang diwariskan para pendahulu merupakan modal dalam membangun daerah yang maju, adil, dan sejahtera.
Ikrar "Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia" yang diucapkan para pemuda di Jakarta pada 1928 itu, kata Rudy, masih relevan sebagai pijakan kerja aparatur negara di tengah keberagaman masyarakat.
Mengapa Semangat Sumpah Pemuda Disebut Panggilan Jiwa
Rudy menilai peringatan Sumpah Pemuda tidak cukup berhenti pada upacara dan ucapan selamat. Nilai persatuan, menurutnya, perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari aparatur, termasuk cara melayani warga di kantor-kantor pemerintah daerah.
"Semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan panggilan jiwa untuk terus bersatu, bekerja sama, dan berbakti kepada bangsa dan negara. Di tengah keberagaman yang kita miliki, kita diingatkan bahwa kita adalah satu keluarga besar Indonesia, yang berdiri di atas tanah yang sama, bercita-cita yang sama," ujar Rudy Wakidin.
Dari sudut pandang kepegawaian, ia menegaskan semangat persatuan itu harus tercermin dalam tata kelola ASN di lingkungan Pemkab Minahasa Tenggara. Membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan berjiwa pengabdian disebutnya sebagai wujud nyata pengamalan semangat Sumpah Pemuda.
Pesan untuk ASN Muda: Cakap, Jujur, Utamakan Warga
Rudy secara khusus menyapa generasi muda yang berstatus ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Ia meminta mereka tidak berhenti pada kecakapan teknis, tetapi juga menjaga ketulusan dan kejujuran dalam menjalankan tugas.
"Kepada segenap generasi muda, khususnya rekan-rekan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, jadilah aparatur yang tidak hanya cakap dan terampil, tetapi juga berhati tulus, jujur, dan senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Melayani dengan Hati, Berkarya dengan Integritas, itulah cara terbaik kita mewujudkan cita-cita luhur para pemuda terdahulu," tambahnya.
Ia menutup pesannya dengan ajakan menjaga persatuan, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kinerja bersama di lingkungan pemerintah daerah.
"Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026. Semangat pemuda, semangat pengabdian! Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa — Indonesia!" tutup Rudy Wakidin.