SULAWESI UTARA — Barcode solar subsidi jadi pertanyaan wajib pembeli mobil diesel bekas di showroom MGK Kemayoran, Jakarta. Unit lansiran 2020 ke bawah paling diburu karena masih bisa menenggak Biosolar yang harganya jauh lebih murah. Kondisi ini menguat seiring harga diesel nonsubsidi yang menembus Rp 25.000 per liter.
Nano, karyawan showroom Champion Auto Car, menyebut mobil diesel bekas produksi 2020 ke bawah masih punya pasar kuat di kawasan MGK Kemayoran. Kelompok unit itu dinilai paling fleksibel karena spesifikasi mesinnya memungkinkan konsumsi diesel cetane rendah sekelas Biosolar.
"Itu kalau 2020 ke bawah masih bisa pakai Biosolar yang harganya murah yang penting ada barcode," ujar Nano saat berbincang dengan detikOto baru-baru ini.
Pertanyaan soal barcode tidak berhenti di level penjual. Faisal Ali, tenaga penjual di showroom Born Auto Car, mengaku hampir semua calon pembeli diesel bekas menyinggung ketersediaan barcode sebelum transaksi.
"Sebenarnya customer sekarang kalau diesel dia pasti nanyanya ada barcode atau nggak. Barcode biosolar walaupun itu mobil diesel yang premium gitu ya," kata Faisal.
Masalahnya, status barcode bergantung pada unit yang masuk ke showroom. Faisal menyebut pihaknya hanya bisa menyerahkan barcode jika mobil yang dibeli memang sudah terdaftar. Kalau tidak ada, showroom tidak punya kewenangan mengurusnya.
"Kadang pasti customer nanya itu. Tapi kita ya kalau emang pas belinya dapat kita kasih, kalau nggak ada ya udah mau dibilang apa gitu. Kita juga nggak bisa bikinin," tambahnya.
Tekanan harga bahan bakar memperkuat fenomena ini. Harga diesel nonsubsidi disebut menembus Rp 25.000 per liter, membuat selisih dengan Biosolar bersubsidi melebar signifikan bagi pemilik mobil diesel harian.
Bagi pembeli, barcode berarti akses ke bahan bakar murah yang bisa menekan biaya operasional bulanan. Karena itu, keberadaan barcode pada unit bekas kini berbobot hampir sama dengan kondisi mesin atau kelengkapan surat.
Regulasi sebenarnya tidak mempersoalkan usia kendaraan. Pengguna solar subsidi cukup mendaftarkan kendaraannya lewat laman subsiditepat.mypertamina.id untuk memperoleh barcode yang dipakai setiap transaksi.
Ketentuan konsumen Biosolar subsidi mengacu pada lampiran Perpres No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Dalam aturan itu, kendaraan pribadi termasuk jenis transportasi yang diperbolehkan membeli solar subsidi tanpa terbatas model ataupun tahun produksi.
Artinya, mobil diesel bekas keluaran 2021 ke atas secara regulasi tetap berpeluang mendapat barcode. Namun di lapangan, pembeli di showroom tetap menjadikan unit 2020 ke bawah sebagai pilihan utama karena dianggap lebih aman dari sisi kompatibilitas bahan bakar.
Permintaan yang stabil membuat harga mobil diesel bekas disebut belum tergerus. Unit yang sudah memiliki barcode aktif punya daya tarik lebih besar dibanding unit serupa tanpa barcode, meski selisihnya tidak selalu tercermin resmi di daftar harga showroom.
Calon pembeli disarankan mengecek status pendaftaran kendaraan di laman Pertamina sebelum akad, sekaligus memastikan nomor rangka dan mesin sesuai dokumen. Langkah itu menghindari kejutan setelah mobil dibawa pulang, terutama bagi pemilik yang mengandalkan Biosolar untuk pemakaian harian.