TOMOHON — Wakil Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar membuka rapat Pokja PKP Kota Tomohon dan menegaskan bahwa pembangunan kota diarahkan sebagai Key Tourism Area (Kawasan Pariwisata Kunci) di Sulawesi Utara. Ia menyebut pemerintah kota ingin mendengar masukan dan saran masyarakat berkaitan pembangunan Kawasan Strategis Perkotaan, khususnya pembenahan di area pusat kota.
Rapat berlangsung di Hotel Metland Tomohon dengan melibatkan berbagai stakeholder. Sendy hadir didampingi Kepala Bapelitbangda Kota Tomohon Jacqueline Mangulu.
Menurut Sendy, akselerasi dan pembenahan infrastruktur yang akan dilakukan bertujuan menggerakkan roda ekonomi lokal dan membuka ruang produktif baru. Pemerintah kota ingin hasilnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga secara nyata dan berkeadilan.
"Kami juga ingin mendengar masukan dan saran masyarakat Kota Tomohon berkaitan pembangunan Kawasan Strategis Perkotaan berupa pembenahan di area pusat kota," tutur Sendy usai membuka rapat.
"Sehingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan Kota Tomohon secara nyata dan berkeadilan," sambungnya.
Rapat Pokja PKP menghadirkan narasumber dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I. Kehadiran instansi pusat itu menandai pembahasan tidak hanya menyentuh penataan kawasan, tetapi juga penyediaan perumahan dan permukiman di Kota Tomohon.
Pokja PKP sendiri menjadi wadah koordinasi lintas instansi untuk memastikan program perumahan dan permukiman berjalan selaras dengan arah pembangunan perkotaan. Forum ini mempertemukan pemerintah kota, instansi vertikal, dan perwakilan masyarakat dalam satu meja.
Area pusat kota menjadi fokus awal pembenahan yang dibahas dalam rapat. Pemerintah kota membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan saran sebelum rencana penataan kawasan strategis dieksekusi.
Masukan yang terkumpul akan menjadi bahan penyusunan arah pembangunan Kawasan Strategis Perkotaan Tomohon. Belum ada rincian anggaran maupun jadwal proyek yang disebutkan dalam rapat tersebut.
Pemkot Tomohon menempatkan pembenahan infrastruktur sebagai pintu masuk penguatan ekonomi lokal. Dengan posisi sebagai kawasan pariwisata kunci di Sulawesi Utara, penataan pusat kota diharapkan menambah daya tarik sekaligus membuka lapangan usaha baru bagi warga.