SULAWESI UTARA — Kenaikan ini langsung terasa di kantong. Harga Dexlite Pertamina misalnya, naik dari Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26.000. Sementara Pertamina Dex melesat dari Rp 23.900 ke Rp 27.900 per liter. Kenaikan lebih drastis terjadi di SPBU swasta: BP Ultimate Diesel dan Vivo Diesel Primus sama-sama dibanderol Rp 30.890 per liter, dari sebelumnya Rp 25.560 dan Rp 14.610.
Kenaikan ini memicu pertanyaan: kenapa solar yang paling terpukul? Pasalnya, harga minyak mentah global yang menjadi acuan impor BBM jenis diesel memang sedang merangkak naik. Selain itu, pemerintah juga mulai mengurangi subsidi silang untuk produk nonsubsidi, sehingga harga jualnya mengikuti fluktuasi pasar secara langsung.
Berapa Harga Bensin Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Sekarang?
Kabar baiknya, harga BBM jenis bensin tidak ikut naik. Di SPBU Pertamina, Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) masih bertahan di harga lama. Begitu juga dengan produk bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi yang belum ada perubahan.
Di SPBU BP-AKR, harga BP Ultimate dan BP 92 masing-masing masih Rp 12.930 dan Rp 12.390 per liter. Sementara di SPBU Vivo, Revvo 92 dijual Rp 12.390 dan Revvo 95 di angka Rp 12.930 per liter. Artinya, pengguna bensin di Jakarta belum merasakan dampak kenaikan ini.
Mengapa Harga Solar Bisa Naik Dua Kali Lipat?
Kenaikan paling mencolok terjadi pada Vivo Diesel Primus yang melonjak dari Rp 14.610 menjadi Rp 30.890 per liter. Lonjakan ini terjadi karena sebelumnya harga tersebut kemungkinan sudah lama tidak disesuaikan, atau ada perubahan kebijakan internal perusahaan. Namun, secara umum, semua operator mengikuti mekanisme pasar yang sama: harga jual BBM nonsubsidi bisa berubah setiap dua pekan sekali mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
Siapa yang Paling Terdampak Kenaikan Ini?
Para pengusaha logistik, angkutan barang, dan pemilik kendaraan pribadi berbahan bakar solar menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Biaya operasional mereka langsung membengkak, terutama bagi yang menggunakan Pertamina Dex atau BP Ultimate Diesel untuk performa mesin tinggi. Jika harga solar terus bertahan di level ini, bukan tidak mungkin ongkos kirim barang di Jakarta ikut naik dalam waktu dekat.
Kapan Kenaikan Ini Mulai Berlaku?
Penyesuaian harga sudah berlaku efektif per 16 Mei 2026 di seluruh SPBU Pertamina, BP-AKR, dan Vivo di wilayah Jakarta. Untuk daerah lain, operator biasanya menyesuaikan dalam rentang waktu yang sama, namun bisa berbeda tipis tergantung biaya distribusi dan pajak daerah.
Apakah Harga BBM Subsidi Ikut Naik?
Tidak. Harga Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi masih dipertahankan oleh pemerintah. Artinya, masyarakat yang menggunakan BBM subsidi tidak merasakan kenaikan ini. Hanya pengguna BBM nonsubsidi yang harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam, terutama untuk produk diesel beroktan tinggi.