SULAWESI UTARA — Owner Insan Motor Bekasi, Yustinus Erwan Santoso alias Iyus, mengatakan proyek ini merupakan pesanan pemilik yang menginginkan tampilan mirip Honda CT125. Motor dasar yang digunakan tetap Honda Blade, namun mesinnya sudah diupgrade dari 110 cc menjadi 130 cc.
Biaya Rp 30 Juta, Lebih Hemat dari Harga Baru
Menurut Iyus, ongkos modifikasi mencapai sekitar Rp 30 juta sudah termasuk boks belakang. "Rp 30 jutaan sudah semuanya, termasuk boks. Tapi itu di luar harga motornya. Kalau ditambah motor, tambah biaya Rp 7 jutaan sampai Rp 8 jutaan," ujarnya saat ditemui detikOto di Bekasi, Jumat (24/7/2026).
Jika dibandingkan dengan harga Honda CT125 baru yang banderolnya Rp 80 jutaan, pilihan modifikasi ini jelas lebih murah setengahnya. Namun perlu diingat, hasilnya adalah motor kustom dengan basis Blade, bukan motor pabrikan.
Perubahan Teknis: Rangka Belakang dan Mesin
Ubahan paling fundamental ada pada bagian belakang. Iyus menjelaskan bodi total diubah, termasuk rangka belakang dan subframe. Sistem suspensi ganda (double shock) diubah menjadi monoshock. "Bodi total semuanya, rangka belakang, subframe kita ubah, double shock kita bikin jadi monoshock, sesuai kemauan yang punya motor ini," katanya.
Velg dan lengan ayun (arm) menggunakan punya Honda GTR 150. Body kit-nya merupakan komponen milik CT125 yang dipasangkan kembali ke Honda Blade. Tangki bahan bakar juga diperbesar volumenya sekitar satu liter dari bawaan.
Kaki-Kaki: Velg GTR 150, Suspensi Tiger, Ban Semi Trail
Suspensi depan memakai komponen Honda Tiger atau MegaPro, dengan segitiga atas yang disesuaikan. Velg dipadukan dengan ban semi trail ukuran 3.00-17 di depan dan 3.50-17 di belakang, memperkuat kesan dual purpose.
Sejumlah aksesori turut dipasang: knalpot custom stainless steel, boks belakang 46 liter yang bisa jadi sandaran, lampu depan daymaker 5,75 inci, cover depan aksesoris, kilometer model LS2N, stang Yamaha MX King, windshield depan Kawasaki Versys, dan lampu belakang Yamaha L2G dengan housing custom agar mirip CT125.
Tantangan Proporsi: Pengerjaan Lebih dari 3 Bulan
Meski secara teknis bisa selesai dalam dua hingga tiga bulan, proyek ini memakan waktu lebih lama karena kendala. "Yang paling susah sebenarnya setting bodinya supaya proporsional. Kalau velg, ban, atau sok depan relatif lebih mudah. Yang berubah memang subframe belakang, jadi rangka belakang disesuaikan supaya bentuknya benar-benar menyerupai Honda CT125," tutup Iyus.
Hasil akhirnya, Honda Blade lawas berubah drastis menjadi motor adventure klasik. Pertanyaannya, lebih tertarik merogoh kocek Rp 30 juta untuk modifikasi, atau langsung membeli CT125 baru dari dealer?