Pencarian

Pertamina dan ERIA Teken Kolaborasi Riset untuk Percepat Transisi Energi

Minggu, 24 Mei 2026 • 13:59:37 WIB
Pertamina dan ERIA Teken Kolaborasi Riset untuk Percepat Transisi Energi
Pertamina dan ERIA resmi menandatangani MoU kerja sama riset percepatan transisi energi.

SULAWESI UTARA — MoU antara Pertamina dan ERIA mencakup kerja sama penelitian di bidang transisi energi. Dalam dokumen yang diperoleh Republika.co.id, kedua pihak sepakat untuk mengkaji berbagai aspek teknis dan kebijakan yang bisa mempercepat adopsi energi bersih di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Kolaborasi ini tidak sekadar seremoni. Pertamina, sebagai perusahaan energi pelat merah, tengah berada di bawah tekanan untuk menyeimbangkan portofolio bisnisnya—antara tetap mengelola sumber daya fosil yang masih jadi tulang punggung pendapatan negara dan mengembangkan energi baru terbarukan.

Mengapa ERIA Dipilih?

ERIA dikenal sebagai lembaga riset yang fokus pada integrasi ekonomi di ASEAN dan Asia Timur. Lembaga ini kerap menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data bagi para pemimpin negara anggota.

Dengan menggandeng ERIA, Pertamina ingin memastikan setiap langkah transisi energinya tidak hanya ambisius secara target, tapi juga realistis secara ekonomi. Riset bersama ini diharapkan bisa memetakan teknologi apa yang paling cocok, skema pendanaan yang memungkinkan, serta dampaknya terhadap industri dalam negeri.

Dampak bagi Masyarakat dan Industri

Bagi publik, kolaborasi ini bisa berarti akses energi yang lebih bersih dan terjangkau di masa depan. Transisi energi yang terencana dengan baik juga akan menjaga harga energi tetap stabil, menghindari gejolak yang bisa membebani rumah tangga dan pelaku usaha.

Dari sisi industri, kerja sama ini membuka peluang bagi perusahaan teknologi energi dan institusi riset dalam negeri untuk terlibat dalam proyek-proyek percontohan. Pertamina bisa memanfaatkan jaringan riset ERIA untuk mengakses pengetahuan dan teknologi yang belum tersedia di Indonesia.

Belum ada rincian anggaran atau target waktu yang disebutkan dalam MoU tahap awal ini. Namun, langkah ini menandai keseriusan Pertamina untuk tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan dekarbonisasi. Di tengah kritik bahwa BUMN energi terlalu lambat berbenah, kolaborasi dengan lembaga riset internasional seperti ERIA bisa menjadi sinyal bahwa perubahan sedang berjalan.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks