SULAWESI UTARA — Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Thuy Linh yang datang ke Singapura dengan target menembus babak dalam turnamen berhadiah total US$1 juta (sekitar Rp16,3 miliar) tersebut. Duet pemain berusia 28 tahun itu dan Nidaira (peringkat 27 dunia) memang sudah saling kenal sejak belasan tahun lalu.
Pertarungan Ketat Berujung Kekecewaan di Set Pertama
Set pertama berjalan sengit sejak poin awal. Kedua pemain saling berbalas serangan dan kejar-mengejar angka. Namun, Nidaira lebih tenang dalam momen-momen krusial dan menutup set pertama dengan keunggulan 21-17.
Thuy Linh sebenarnya sempat memberikan perlawanan di awal set kedua. Namun, perlahan pemain Jepang itu mengambil alih kendali permainan. Pukulan-pukulan presisi Nidaira membuat Thuy Linh kesulitan mengembangkan pola serangan, hingga akhirnya menyerah 12-21.
Rekor Pertemuan: Imbang Sebelum Patah di Singapura
Kekalahan ini memutus tren positif Thuy Linh atas Nidaira. Dalam dua pertemuan mereka tahun lalu, masing-masing meraih satu kemenangan. Thuy Linh menang 2-0 di Malaysia Open, sementara Nidaira membalas di Indonesia Open dengan skor serupa. Pertemuan pertama mereka tercatat pada Kejuaraan Junior Asia 11 tahun silam, yang juga dimenangi Nidaira.
Kemenangan ini membawa Nidaira melaju ke babak kedua turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut. Sementara bagi Thuy Linh, hasil ini menjadi evaluasi sebelum turun di ajang berikutnya.
Jadwal Padat: Indonesia Open Jadi Pelipur Lara?
Setelah tersingkir di Singapura, Thuy Linh dijadwalkan langsung bertolak ke Jakarta. Ia akan berlaga di Indonesia Open 2026 yang merupakan turnamen level Super 1000 dengan total hadiah US$1,45 juta (sekitar Rp23,6 miliar). Ajang tersebut akan berlangsung pada 2-7 Juni mendatang.
Turnamen di Istora Senayan itu bisa menjadi ajang pembuktian bagi Thuy Linh untuk bangkit dari keterpurukan awal musim. Lawan-lawan yang lebih berat sudah menantinya di Indonesia.