JAKARTA — Pengakuan atas kapasitas kepemimpinan tokoh asal Sulawesi Utara di level nasional kembali teruji. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, kini resmi duduk di jajaran penasihat DPP PIKI setelah dilantik dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) malam.
Joune Ganda, yang juga menjabat Ketua DPC PIKI Minahasa Utara, dipercaya mengemban amanah tersebut karena dinilai berhasil menggerakkan kaum intelektual Kristen di daerah. Ia disebut mampu menyelaraskan kebijakan lokal dengan visi strategis nasional.
Menteri PKP Maruarar Sirait Pimpin DPP PIKI
Pada momentum yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, dilantik sebagai Ketua Umum DPP PIKI yang baru. Ia menggantikan kepengurusan periode 2020-2025 yang sebelumnya diketuai Badikenita Sitepu dan Audi Wuisang. Sekretaris Jenderal DPP PIKI periode ini dijabat Benyamin Patondok.
Acara pelantikan itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir langsung di lokasi antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.
Desakan Pemerataan Guru Agama Kristen
Dalam pidato perdananya usai dilantik, Maruarar Sirait langsung menyampaikan aspirasi konkret kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia mendesak Kementerian Agama memberi perhatian serius terhadap ketersediaan guru agama Kristen di berbagai pelosok Indonesia.
"Saya sangat meyakini Bapak Menteri Agama adalah sosok yang adil. Kami berharap anak-anak kita di daerah bisa mendapatkan hak pengajaran agama Kristen secara layak dan merata," tegas Maruarar.
Selain pendidikan, Maruarar menegaskan komitmen PIKI ke depan untuk mengawal akselerasi ekonomi nasional yang berkeadilan. Organisasi ini juga akan fokus menjaga kelestarian lingkungan hidup serta memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil agar tidak terpinggirkan oleh pembangunan.
'Politik Garam' untuk Peran Intelektual Kristen
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yang hadir sebagai pembicara tamu, mengingatkan kontribusi historis kaum intelektual Kristen dalam pembentukan NKRI. "Umat Kristen bukanlah tamu di republik ini. Oleh karena itu, kelompok inteligensianya harus mengambil peran sentral dalam menentukan arah bangsa," ujarnya.
Burhanuddin mendorong pengurus baru untuk menerapkan filosofi "politik garam". Konsep ini menekankan kontribusi nyata yang kuat namun tidak menonjol di permukaan, esensinya larut dan berdampak positif dalam setiap kebijakan negara.
Dengan komposisi pengurus yang mengombinasikan menteri kabinet, akademisi, dan kepala daerah seperti Joune Ganda, DPP PIKI periode 2026-2031 diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah yang independen, kritis, dan solutif.