MINAHASA — Benyamin Sangari resmi maju sebagai calon Hukum Tua Desa Kalawiran pada Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Kabupaten Minahasa. Ia tercatat sebagai nomor urut 1 dan mengusung jargon kepemimpinan yang bersih serta merakyat.
Benyamin menyadari bahwa kepercayaan warga menjadi modal utama dalam membangun desa. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa dan program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Visi Pemerintahan Tanpa Jarak
Salah satu poin utama yang ditawarkan Benyamin adalah membuka ruang partisipasi warga secara lebih luas. Ia ingin warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang terlibat dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat desa.
“Pemerintahan yang bersih itu bukan hanya soal tidak korupsi, tapi soal bagaimana kita membuka akses informasi kepada warga. Saya ingin setiap rupiah anggaran diketahui bersama,” ujar Benyamin saat ditemui di Kombi, pekan lalu.
Desa Kalawiran Butuh Pemimpin yang Dekat dengan Warga
Desa Kalawiran selama ini dikenal sebagai wilayah pertanian dan perkebunan di Kecamatan Kombi. Sebagian besar warganya bekerja sebagai petani dan pekebun. Benyamin menilai, pemimpin desa harus hadir di tengah kesibukan warga, bukan hanya di balik meja kantor.
“Saya ingin menjadi hukum tua yang turun ke sawah, duduk di warung kopi, dan mendengar langsung keluhan warga. Bukan pemimpin yang hanya muncul saat musim kampanye,” tegasnya.
Apa yang Akan Dilakukan Jika Terpilih?
Benyamin merancang beberapa program prioritas jika nantinya dipercaya memimpin Desa Kalawiran. Pertama, pengadaan sistem informasi desa berbasis digital yang bisa diakses warga melalui ponsel. Kedua, pembentukan tim pengawas partisipatif yang melibatkan tokoh pemuda dan perempuan dalam setiap proyek desa.
Ketiga, ia berencana mengaktifkan kembali musyawarah dusun secara rutin. “Jangan sampai pembangunan desa hanya direncanakan di kantor. Harus dari bawah, dari kebutuhan warga langsung,” kata Benyamin.
Persaingan Pilhut di Minahasa
Pemilihan Hukum Tua di Minahasa tahun ini berlangsung di sejumlah desa, termasuk Kalawiran. Masing-masing calon membawa visi dan pendekatan yang berbeda. Benyamin mengaku siap bersaing secara sehat dan tetap mengedepankan program, bukan politik uang.
“Warga sudah cerdas. Mereka tidak butuh janji manis, tapi bukti nyata. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa pemimpin desa bisa jujur dan dekat dengan rakyat,” pungkasnya.