Pencarian

LPDP Buka 3 Beasiswa Co-Funding S2 2026, Kuliah di AS-China-Indonesia dengan Biaya Ditanggung Bersama

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:14:01 WIB
LPDP Buka 3 Beasiswa Co-Funding S2 2026, Kuliah di AS-China-Indonesia dengan Biaya Ditanggung Bersama
LPDP membuka pendaftaran beasiswa co-funding S2 tahun 2026 dengan tiga program studi di AS, China, dan Indonesia.

SULAWESI UTARA — LPDP kembali menghadirkan alternatif pendanaan studi bagi calon mahasiswa magister melalui skema co-funding atau pendanaan bersama. Berbeda dengan beasiswa reguler yang menanggung seluruh biaya, skema ini membagi komponen pembiayaan antara lembaga dan penerima beasiswa. Pembagiannya bisa berupa LPDP membayar biaya pendidikan sementara peserta membayar biaya hidup, atau sebaliknya.

Skema ini disebut memiliki persaingan yang lebih longgar dibandingkan program reguler. Pendaftaran telah dibuka sejak 29 Mei hingga 31 Juni 2026.

Tiga Program Beasiswa Co-Funding yang Tersedia

LPDP menyediakan tiga pilihan program studi dengan skema co-funding pada periode ini. Masing-masing program memiliki durasi, lokasi kuliah, dan kewajiban pasca-studi yang berbeda.

  • Program GEM Co. Ltd (China): Dua pilihan prodi – Materials and Chemicals serta International Economics and Trade. Durasi studi 3 tahun termasuk magang. Lulusan wajib berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi berturut-turut dan difasilitasi peluang karier di bidang metalurgi di GEM Co. Ltd.
  • Program Georgetown University (AS-Indonesia-Qatar): Prodi Executive Master's in Diplomacy and International Affairs dengan durasi 1 tahun akademik. Perkuliahan diadakan di tiga negara: Georgetown SFS Asia Pacific di Jakarta (fall semester), Georgetown University di Washington DC (spring semester), dan modul satu minggu di kampus Georgetown University di Qatar.
  • Program King's College London (Indonesia): Perkuliahan dilaksanakan langsung di Kampus Singosari, Malang. Durasi 2 tahun dengan dua pilihan prodi – Digital Economics dan Digital Future.

Mengapa Skema Co-Funding Penting bagi Pencari Kerja

Skema co-funding menjadi opsi strategis bagi profesional muda yang ingin melanjutkan studi tanpa harus menunggu beasiswa penuh. Dengan pembagian biaya, peserta bisa memilih program yang lebih fleksibel secara finansial. Program-program ini juga dirancang dengan kewajiban kontribusi ke Indonesia, yang secara langsung membuka jalur karier di sektor-sektor spesifik seperti metalurgi dan diplomasi internasional.

Kehadiran program King's College London di Malang juga menandai tren baru: universitas asing membuka kampus di Indonesia. Ini memangkas biaya hidup dan memudahkan akses bagi mahasiswa dalam negeri.

Jadwal dan Tahapan Seleksi

Pendaftaran ditutup pada 31 Juni 2026. Peserta diwajibkan mencatat linimasa seleksi yang akan diumumkan lebih lanjut oleh LPDP melalui kanal resmi. Informasi lengkap dapat diakses melalui akun Instagram @lpdp_ri atau website resmi LPDP.

Pastikan dokumen seperti transkrip nilai, sertifikat bahasa Inggris, dan surat rekomendasi telah disiapkan sebelum pendaftaran ditutup.

Apa yang Perlu Dipersiapkan

Calon pendaftar disarankan untuk mempelajari detail masing-masing program, terutama perbedaan biaya yang ditanggung sendiri dan yang ditanggung LPDP. Untuk program GEM, kewajiban kontribusi dan peluang karier di sektor metalurgi bisa menjadi pertimbangan utama. Sementara program Georgetown dan King's College London lebih cocok bagi mereka yang ingin memperluas jaringan global tanpa meninggalkan Indonesia sepenuhnya.

LPDP mengingatkan bahwa persaingan di skema co-funding lebih longgar, namun tetap membutuhkan persiapan matang. Jangan sampai melewatkan batas akhir pendaftaran.

Bagikan
Sumber: kompas.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks