Pencarian

DUSQ Rilis Wearable yang Bisa Deteksi Bangun Jam 3 Pagi dan Kirim Pengguna Kembali ke Tidur Nyenyak

Rabu, 10 Juni 2026 • 22:02:31 WIB
DUSQ Rilis Wearable yang Bisa Deteksi Bangun Jam 3 Pagi dan Kirim Pengguna Kembali ke Tidur Nyenyak
DUSQ meluncurkan wearable inovatif yang mampu mendeteksi dan memperbaiki gangguan tidur secara real-time.

Selama ini, sleep tracker hanya bekerja sebagai pencatat. Mereka merekam berapa lama Anda tidur, kapan terbangun, dan fase tidur mana yang dilewati — lalu menyerahkan semua data itu kepada pengguna untuk ditindaklanjuti sendiri. DUSQ mengubah pendekatan itu secara fundamental.

Dideskripsikan sebagai "wearable pertama yang membaca sistem saraf secara langsung", perangkat ini terdiri dari dua bagian: sebuah patch kecil yang ditempel di kulit bawah telinga dan perangkat utama yang diletakkan di kamar. Patch tersebut berisi sensor EDA (electrodermal activity) yang memonitor aktivitas listrik kulit untuk mendeteksi perubahan halus pada sistem saraf.

Perubahan sekecil apa pun — dari terbangun di jam 3 pagi hingga gangguan mikro yang tidak disadari — langsung terdeteksi. Saat itulah DUSQ tidak sekadar mencatat, tapi bertindak.

Stimulasi Saraf yang Meniru Gendongan Bayi

Cara kerja DUSQ terbilang unik. Ketika sistem mendeteksi gangguan tidur, perangkat mengirimkan stimulasi non-invasif ke saraf vagus dan vestibular. Saraf vestibular adalah saraf yang sama yang terstimulasi ketika Anda menggendong dan mengayun bayi yang rewel hingga tertidur.

"Saya tidur jauh lebih cepat dan lebih nyenyak," kata salah satu pengguna awal dalam testimoni yang dirilis DUSQ. Pengguna lain mengklaim hidupnya "berubah dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya." Hasil uji laboratorium DUSQ menggunakan polisomnografi — standar emas dalam pelacakan tidur — menunjukkan peningkatan rata-rata 28 menit tidur restoratif per malam.

Bahkan ada yang menyebut tidur delapan jam terasa seperti sepuluh jam. Efeknya setara dengan tambahan waktu rebahan yang cukup signifikan, tanpa perlu mengubah kebiasaan tidur.

Dipasang Sebelum Tidur, Bekerja Semalaman

Berbeda dari kebanyakan alat tidur yang baru aktif saat Anda merebahkan kepala, DUSQ mulai bekerja beberapa jam sebelumnya. Patch ditempel di bawah telinga pada malam hari, sebelum tidur, sehingga sensor sudah mulai menenangkan sistem saraf dan mempersiapkan tubuh untuk jatuh ke fase tidur lebih cepat.

Setiap patch memiliki tujuh lapisan perekat yang bisa diganti setiap malam — cukup untuk seminggu pemakaian. Pembelian paket perdana mencakup persediaan patch untuk tiga bulan, dengan paket tambahan tiga bulan dihargai $25 (sekitar Rp 400 ribu).

Harga dan Ketersediaan

DUSQ saat ini tersedia melalui kampanye Kickstarter dengan harga khusus $339 (sekitar Rp 5,4 juta) untuk paket pemula yang mencakup perangkat, alas pengisi daya, dan tiga bulan pasokan patch. Harga eceran diperkirakan naik menjadi $499 (sekitar Rp 8 juta) setelah peluncuran resmi.

Sebagai perbandingan, kompetitor seperti Muse S Athena dibanderol $479,99 dan Pulsetto $546. Pesanan VIP dijadwalkan tiba pada Agustus, sementara pengiriman reguler menyusul pada Oktober tahun ini.

Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan DUSQ di Indonesia. Namun, dengan tren peningkatan kesadaran akan kualitas tidur di kalangan pengguna teknologi lokal, alat seperti ini berpotensi menarik perhatian — terutama bagi mereka yang sudah frustrasi dengan sleep tracker konvensional yang hanya bisa memberi tahu, tapi tidak bisa memperbaiki.

Bagikan
Sumber: tomsguide.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks