Pencarian

20 Warga Binaan Lapas Bitung Ikuti Asesmen Rehabilitasi Narkotika, Ini Tahapan yang Dilalui

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:44:31 WIB
20 Warga Binaan Lapas Bitung Ikuti Asesmen Rehabilitasi Narkotika, Ini Tahapan yang Dilalui
Warga binaan Lapas Bitung mengikuti tes urine sebagai tahap awal asesmen rehabilitasi narkotika.

Sebanyak 20 warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas II B Bitung, Sulawesi Utara, dipersiapkan menjalani program rehabilitasi dan reedukasi melalui serangkaian pemeriksaan serta asesmen. Tahapan tersebut meliputi tes urine, asesmen kesehatan, asesmen minat dan bakat, hingga asesmen sikap dan perilaku. Hasil asesmen menjadi dasar penentuan warga binaan yang memenuhi kriteria untuk diusulkan mengikuti program tersebut.

BITUNG — Kepala Lapas Kelas II B Bitung, Heddry Yadi, menyatakan program rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan merupakan bagian dari upaya lembaganya mendukung pembinaan sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Pernyataan itu disampaikan Heddry di Bitung, Kamis, saat mengungkap proses asesmen yang tengah dijalani 20 warga binaan. Seluruh tahapan melibatkan petugas lapas dan tenaga kesehatan.

Empat Tahapan Asesmen yang Wajib Dilalui Warga Binaan

Pemeriksaan dimulai dari tes urine untuk mendeteksi kondisi terkini warga binaan. Setelah itu, tim kesehatan melakukan asesmen kesehatan guna memetakan riwayat dan kebutuhan medis masing-masing orang.

Dua tahapan berikutnya menyasar aspek non-kesehatan. Asesmen minat dan bakat dipakai untuk mengenali potensi yang masih bisa dikembangkan, sementara asesmen sikap dan perilaku memetakan kondisi mental serta kesiapan warga binaan mengikuti pembinaan.

Kombinasi empat tahapan itu, menurut Heddry, diperlukan agar program yang diberikan tidak salah sasaran.

Hasil Asesmen Jadi Dasar Usulan ke Program Rehabilitasi

Data dari seluruh pemeriksaan tidak berhenti di meja petugas. Hasilnya menjadi bagian dari data pendukung untuk menentukan warga binaan mana yang memenuhi kriteria diusulkan mengikuti rehabilitasi dan reedukasi.

Heddry menegaskan asesmen menyeluruh penting dilakukan agar pembinaan dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan tiap warga binaan.

"Kami tidak hanya melihat kondisi kesehatan, tetapi juga aspek minat, bakat, sikap, dan perilaku warga binaan. Dari asesmen yang menyeluruh, kami dapat mempersiapkan usulan rehabilitasi dan re-edukasi secara lebih tepat sehingga program yang diberikan benar-benar mendukung proses perubahan dan pembinaan WBP," ujar Kalapas.

Komitmen Lapas Bitung Cegah Peredaran Narkotika di Dalam Sel

Selain menyiapkan program rehabilitasi, Lapas Bitung menyatakan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Pembinaan yang terarah diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Follow kabarbitung.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks