Ekonomi Sulut Melesat: MBG Rp6,4 Miliar & Instruksi Kilat Prabowo

Penulis: Ragil  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 22:44:01 WIB
Gubernur Sulawesi Utara batal kunjungan ke Miangas atas instruksi Presiden Prabowo demi stabilitas keamanan regional.

Dinamika pembangunan dan stabilitas keamanan di Sulawesi Utara bergerak signifikan dalam sepekan terakhir. Fokus pemerintah daerah kini mencakup penguatan ekonomi kerakyatan melalui program nasional hingga penegakan disiplin profesi medis yang bergulir di meja hijau.

Instruksi Presiden Prabowo: Gubernur Yulius Selvanus Batal ke Miangas

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus batal terbang ke Pulau Miangas pada Sabtu pagi (9/5/2026). Padahal, pesawat Cessna TNI AU dan 23 personel rombongan Forkopimda telah siap dalam daftar manifes protokoler VVIP.

Perintah mendadak Presiden Prabowo Subianto pada Jumat malam mengubah total rencana kunjungan ke beranda utara NKRI tersebut. Presiden menginstruksikan Gubernur dan seluruh pimpinan daerah tetap bersiaga di Manado guna memastikan stabilitas keamanan regional.

Langkah ini diambil untuk menjaga situasi tetap kondusif selama agenda kunjungan Presiden berlangsung di kawasan perbatasan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan kesiapsiagaan penuh seluruh unsur pimpinan daerah di ibu kota provinsi.

Dampak Ekonomi MBG: Rp6,4 Miliar Mengalir ke Desa-Desa Sulut

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyuntikkan energi baru bagi ekonomi warga kelas menengah ke bawah di Sulawesi Utara. Sebanyak 180 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menyerap 7.819 tenaga kerja lokal, mayoritas berasal dari kalangan masyarakat miskin desil 1 dan 2.

Data menunjukkan perputaran uang mencapai Rp6,4 miliar setiap hari, dengan Rp841 juta di antaranya terserap langsung sebagai penghasilan tenaga kerja lokal. Angka ini menjadikan program gizi sebagai mesin penggerak ekonomi baru yang menyentuh sel-sel terkecil di pedesaan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengibaratkan aliran dana ini sebagai pemerataan kesejahteraan yang instan. “Uang pemerintah itu seperti butiran air hujan yang mengalir dari atas langsung ke sel-sel di bawah, dari Aceh sampai Papua,” ujar Sony.

Sanksi Perundungan Medis: Rekam Jejak Permanen Mengancam Karier

Dunia medis Sulawesi Utara menghadapi peringatan keras dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado. Kasus RSUP Kandou melawan Dr. dr. Suryadi Tatura, SpA(K) mengungkap fakta ngerinya dampak administratif bagi pelaku perundungan.

Saksi ahli dari PHPI, Uud Cahyono, menegaskan bahwa sanksi perundungan bukan sekadar urusan durasi hukuman tiga hingga dua belas bulan. Rekam jejak pelaku akan tercatat secara permanen dalam sistem informasi SDM Kesehatan nasional dan melekat sepanjang masa praktik.

Catatan permanen ini menjadi ancaman serius karena berisiko memicu pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP). Sidang tersebut menjadi sinyal kuat bagi seluruh institusi medis di Sulawesi Utara untuk memperketat implementasi aturan anti-perundungan.

Reporter: Ragil
Sumber: beritamanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top